
“Jadi dia harus operasi. Sangat disayangkan memang, dia lagi di top performa, tapi itu risiko pekerjaan dia. Jadi kemarin kata dokter ortopedi kena ACL-nya,” jelas Yusrinal yang akrab disapa Inal.
Dari sisi medis, dokter tim Arema FC, dr. Nanang Tri Wahyudi, menegaskan bahwa cedera ACL yang dialami Maulana cukup serius.
“ACL ada robekan, ACL hubungannya sama stabilitas lutut. Luka mungkin 2–4 minggu sembuh, tapi kan jadi kendor. Kalau kendor otomatis gampang merusak struktur yang lain sehingga diputuskan untuk operasi,” jelasnya.
Menurut dr. Nanang, Maulana harus menjalani masa istirahat total minimal enam bulan. Namun, untuk pemulihan yang optimal agar bisa kembali ke performa terbaik, dibutuhkan waktu hingga sembilan bulan atau bahkan satu tahun.
“Untuk musim ini Achmad akan istirahat, untuk pemulihan akan minimal 6 bulan, tapi idealnya 9 bulan sampai 1 tahun. Jadi ya kita akan lihat Achmad di musim depan,” tambahnya.
Cedera ini menjadi pukulan besar bagi Arema FC dan Timnas U-23. Namun, kisah emosional Maulana menjadi pengingat bahwa sepak bola adalah olahraga yang penuh risiko. Dukungan dari klub, keluarga, dan para penggemar diyakini akan menjadi kekuatan bagi Maulana untuk bangkit dan kembali lebih tangguh di musim berikutnya. (mg1)
Editor : Samudera
Sumber : iNews
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















