Populasi Kendaraan Listrik Tembus 274 Ribu Unit per Juni 2025 

kendaraan listrik
Kemenperin mencatat saat ini populasi kendaraan listrik di Indonesia mencapai 274.802 unit hingga Juni 2025. (Foto: Dok iNews.id)

BOGORTODAY.COM – Pemerintah masih melanjutkan kebijakan insentif bagi kendaraan listrik. Langkah ini dilakukan untuk menekan emisi sekaligus mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi ramah lingkungan. 

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat jumlah kendaraan listrik di Indonesia telah mencapai 274.802 unit. Data tersebut diperoleh dari kendaraan yang sudah memiliki Sertifikasi Registrasi Uji Tipe (SRUT) melalui Kementerian Perhubungan hingga 24 Juni 2025. 

Menurut Mahardi Tunggul Wicaksono, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan (ILMATAP) Kemenperin, pertumbuhan populasi kendaraan listrik tak lepas dari insentif yang diberikan pemerintah. Insentif ini membuat harga jual bisa lebih terjangkau. 

BACA JUGA :  Hari Lahir Pancasila, Bupati Bogor Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Kebhinekaan

Kebijakan ini berjalan seiring program percepatan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Hal tersebut diungkapkan Tunggul dalam keterangan di kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (25/8/2025). 

Sebagai informasi, Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023 yang merupakan perubahan dari Perpres 55/2019 mengatur berbagai bentuk insentif untuk pembelian Battery Electric Vehicle (BEV). Saat ini, mobil listrik dibebaskan dari Bea Masuk, PPnBM, serta mendapat potongan PPN 10 persen. 

Tunggul menjelaskan, populasi kendaraan listrik terus meningkat signifikan. Pada 2023 jumlahnya baru 116.439 unit, sedangkan pada 2025 naik menjadi 274.802 unit. Dari jumlah tersebut, mobil listrik penumpang menyumbang 77.277 unit. 

BACA JUGA :  Ingin Berat Badan Turun? Coba Terapkan 5 Kebiasaan Pagi Ini Secara Rutin

Motor listrik menjadi yang terbanyak dengan angka sekitar 196 ribu unit. Sementara kendaraan roda tiga listrik hanya 617 unit, ditambah sebagian kecil kendaraan komersial. 

Di sisi lain, pasar kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) mulai menurun. Pada 2021, pangsa pasarnya masih 99,64 persen, namun pada periode Januari–Juli 2025 turun menjadi 82,2 persen. 

Perubahan ini, kata Tunggul, menunjukkan adanya pergeseran preferensi masyarakat ke arah kendaraan yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.(mg2) 

Bagi Halaman

Editor : Jihan Muheri

Sumber : iNews

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================