Sejumlah Trayek Damri di Terminal Leuwiliang Bogor Dicabut, Imbas Efisiensi Anggaran

BOGORTODAY.COM – Sejumlah trayek bus perintis Damri yang sebelumnya beroperasi di Terminal Leuwiliang, Kabupaten Bogor, resmi dihentikan sejak awal tahun 2025. Kebijakan ini dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai bagian dari program efisiensi anggaran.

Kepala Terminal Leuwiliang, Wahyu Hidayat, mengungkapkan bahwa trayek yang dicabut di antaranya jurusan Leuwiliang–Cicangkal (Rumpin) dan Leuwiliang–Banyuresmi.

Dengan demikian, saat ini hanya tersisa trayek Leuwiliang–Cikidang yang masih beroperasi di terminal tersebut.

“Armada yang ada sekarang hanya dua unit, semuanya melayani rute Leuwiliang–Cikidang. Padahal, dari segi penumpang, trayek Leuwiliang–Cicangkal dan Leuwiliang–Banyuresmi masih banyak diminati. Bahkan, sampai sekarang masih ada masyarakat yang menanyakan kapan trayek itu beroperasi kembali,” ujarnya, Senin (1/9/2025).

BACA JUGA :  Sarwendah Ingin Perselisihan dengan Ruben Onsu Segera Tuntas Demi Anak-anak

Wahyu menjelaskan, pihaknya telah berulang kali menyampaikan aspirasi masyarakat agar trayek yang dicabut bisa diaktifkan kembali. Namun, hingga kini Damri masih dalam tahap pembahasan terkait kemungkinan pengoperasian kembali pada tahun 2026.

“Sudah beberapa kali kita dorong kita usahakan untuk beroperasi kembali, ternyata masih dalam proses kan jadi pihak Damri juga masih mengupayakan bagaimana caranya trayek tersebut dioperasikan lagi untuk tahun ini ataupun tahun 2026. Yang pasti kita selalu mendorong,” jelasnya.

Wahyu juga mengatakan penghentian dua rute tersebut juga disinyalir berdampak pada sektor pendidikan. Terutama soal larangan pemerintah bagi pelajar untuk tidak membawa kendaraan ke sekolah.

BACA JUGA :  MMAJ Jakarta 2026 Hadirkan Festival Anime dan Budaya Jepang Berskala Internasional di Gandaria City

“Banyak keluhan masyarakat, terutama pelajar menengah ke atas yang tidak diperbolehkan membawa kendaraan ke sekolah. Dengan tidak adanya bus Damri, mereka kesulitan karena tidak ada transportasi umum yang melayani daerah Cicangkal dan Sukajaya. Kondisi ini tentu tidak sejalan dengan program pemerintah yang mendorong siswa menggunakan transportasi umum,” katanya.

Pihak terminal leuwiliang berharap, ke depan trayek perintis di wilayah yang tidak memiliki angkutan umum bisa kembali tersedia.

Bagi Halaman

Wartawan : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================