Silsilah Keturunan Nabi Muhammad SAW dari Ayah dan Ibu

Nabi Muhammad SAW
Lafadz Muhammad SAW. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Nabi Muhammad SAW adalah manusia paling mulia yang pernah hidup di muka bumi.

Kemuliaan beliau bukan hanya karena diangkat sebagai Rasul terakhir, tetapi juga karena berasal dari keturunan yang bersih, terhormat, dan dijaga dari hal-hal tercela.

Menurut buku Sejarah Keteladanan Nabi Muhammad SAW: Memahami Kemuliaan Rasulullah Berdasarkan Tafsir Mukjizat Al-Qur’an karya Yoli Hemdi, keturunan merupakan hal penting bagi bangsa Arab. Mereka mampu mengingat dengan baik silsilah nenek moyang.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah SWT telah memilih Kinanah dari keturunan Nabi Ismail, memilih Quraisy dari keturunan Kinanah, memilih bani Hasyim dari keturunan Quraisy, dan memilihku dari keturunan bani Hasyim.” (HR. Muslim).

Silsilah dari Pihak Ayah

Menurut buku Sejarah Terlengkap Nabi Muhammad SAW: Dari Sebelum Masa Kenabian hingga Sesudahnya karya Abdurrahman bin Abdul Karim, Nabi Muhammad SAW lahir dari keluarga besar bani Hasyim. Klan ini didirikan oleh Hasyim bin Abdi Manaf, buyut Nabi SAW yang dikenal sebagai tokoh terhormat.

Berikut silsilah garis ayah Nabi Muhammad SAW:

  • Abdullah bin Abdul Muthalib
    Ayah Nabi Muhammad SAW, seorang pemuda Quraisy yang tampan, berakhlak mulia, dan dihormati. Abdullah wafat di Madinah saat Nabi masih dalam kandungan, sehingga beliau lahir sebagai yatim.
  • Abdul Muthalib bin Hasyim
    Kakek Nabi, pemimpin Quraisy yang sangat dihormati. Beliau menggali kembali sumur zamzam yang hilang dan mempertahankan Ka’bah dari serangan pasukan bergajah Abrahah (peristiwa Tahun Gajah).
  • Hasyim bin Abdi Manaf
    Buyut Nabi, dikenal dermawan dan pelopor perjalanan dagang Quraisy ke Syam dan Yaman. Nama aslinya Amr, dijuluki Hasyim karena sering menghancurkan roti untuk dibuat tsarid.
  • Abdi Manaf bin Qushay
    Leluhur Quraisy yang sangat terpandang, memegang urusan Ka’bah, dan dihormati karena kepemimpinannya.
  • Qushay bin Kilab
    Tokoh penting yang menyatukan Quraisy di Makkah, mengambil alih pengelolaan Ka’bah, dan mendirikan Darun Nadwah (tempat musyawarah Quraisy).
BACA JUGA :  Tragedi Camping di Temanggung Jadi Pengingat Pentingnya Keselamatan Penggunaan Kompor Portabel

Jika ditelusuri lebih jauh, nasab Nabi Muhammad SAW bersambung hingga kepada Nabi Ismail AS, putra Nabi Ibrahim AS.

Silsilah dari Pihak Ibu

Dari pihak ibu, Nabi Muhammad SAW berasal dari bani Zuhrah. Menurut buku Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad karya Moenawar Khalil, nasab ibunda Nabi, Aminah binti Wahab, juga bersambung ke Adnan yang merupakan keturunan Nabi Ismail AS.

  • Aminah binti Wahab
    Ibunda Nabi, wanita terhormat dari bani Zuhrah, dikenal lembut dan berakhlak mulia. Aminah wafat saat Nabi berusia enam tahun, dalam perjalanan pulang dari Madinah ke Makkah, dan dimakamkan di Abwa’.
  • Wahab bin Abdi Manaf
    Kakek dari pihak ibu, seorang tokoh terhormat di bani Zuhrah.
  • Abdi Manaf bin Zuhrah
    Leluhur dari pihak ibu, pendiri bani Zuhrah yang dihormati di Makkah.
BACA JUGA :  Lari Pagi atau Lari Sore, Mana yang Lebih Baik? Ini Perbedaan Manfaatnya untuk Tubuh

Dari jalur ini, nasab Nabi bertemu dengan pihak ayah pada Kilab bin Murrah, sehingga keturunan beliau tetap satu rumpun Quraisy yang terhormat.

Baik dari pihak ayah maupun ibu, Nabi Muhammad SAW berasal dari keturunan Quraisy yang mulia.

Dari pihak ayah, beliau berasal dari bani Hasyim, sedangkan dari pihak ibu dari bani Zuhrah.

Kedua garis keturunan ini memperlihatkan bahwa Rasulullah SAW memiliki nasab yang bersih, terhormat, dan dijaga oleh Allah SWT hingga tersambung kepada Nabi Ismail AS dan Nabi Ibrahim AS.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================