
Pada saat peluncuran, harga varian hybrid paling mahal hanya Rp 488 juta, lebih rendah dibandingkan HR-V Turbo RS sebelumnya yang dibanderol sekitar Rp 540 jutaan.
“Karena hybrid produksi lokal itu dapat insentif pajak tambahan, jadinya bisa lebih murah daripada HR-V sebelumnya. Itu alasan harga bisa kami pertimbangkan lebih terjangkau,” ujar Yulian Karfili, Communication Strategy Sub-Division Head PT Honda Prospect Motor, di Surabaya.
Menurut Yulian, insentif fiskal ini sangat membantu produsen otomotif. Namun, ia menilai mobil hybrid seharusnya juga mendapat insentif nonfiskal, misalnya pengecualian aturan ganjil-genap di Jakarta. Pasalnya, saat digunakan di dalam kota, mobil hybrid lebih sering berjalan dalam mode listrik (EV mode) sehingga emisinya nyaris sama rendahnya dengan mobil listrik murni.
Saat ini, kebijakan nonfiskal berupa bebas ganjil-genap baru berlaku untuk kendaraan listrik berbasis baterai. Jika mobil hybrid juga mendapat perlakuan serupa, tentu akan semakin mendorong masyarakat beralih ke kendaraan rendah emisi.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















