
Meski Hyundai telah menaikkan gaji pekerja sebesar 4,65 persen pada Juli 2024—kenaikan terbesar sepanjang sejarah perusahaan—serikat buruh menilai tambahan tersebut belum sepadan dengan keuntungan perusahaan.
Mereka merujuk pada rekor penjualan Hyundai di pasar Amerika Serikat, terutama untuk segmen mobil listrik.
Pada Agustus 2025, penjualan Hyundai naik 12 persen menjadi 88.523 unit, memperpanjang tren kenaikan selama 11 bulan berturut-turut.
“Agustus adalah bulan luar biasa bagi kami. Penjualan ritel dan total penjualan jauh melampaui rekor sebelumnya, khususnya model Elantra HEV, Palisade, dan Ioniq 5,” ujar Randy Parker, CEO Hyundai Motor North America, dalam keterangan resminya.
Tantangan Besar Hyundai
Mogok massal ini menjadi ujian berat bagi Hyundai. Di satu sisi, perusahaan tengah menikmati pertumbuhan berkat mobil listrik dan SUV andalannya.
Namun di sisi lain, konflik internal dengan pekerja berpotensi mengganggu momentum positif yang sudah terbangun.
Apabila tidak segera diselesaikan, aksi mogok ini dikhawatirkan akan menekan produksi, memperlambat distribusi global, dan kembali menimbulkan kerugian finansial yang besar bagi Hyundai.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















