5 Mitos Makanan yang Tidak Perlu Dipercaya Lagi

Makanan
Ilustrasi Wanita Makan di Malam Hari. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Banyak mitos tentang makanan beredar luas dan dipercaya begitu saja, padahal tidak semua klaim diet memiliki dasar ilmiah.

Sayangnya, tren sehat kadang membuat orang mengikuti informasi populer tanpa melakukan cek fakta. Jika dilakukan berlebihan, hal ini bisa berdampak buruk pada kesehatan.

Dikutip dari Food and Home (8/9/2025), berikut lima mitos makanan yang sebaiknya tidak usah dipercaya lagi, beserta fakta sebenarnya:

  1. Diet Bebas Gluten Lebih Sehat

Banyak yang menganggap makanan bebas gluten otomatis lebih baik untuk tubuh. Padahal, kecuali kamu memiliki kondisi medis seperti celiac disease atau intoleransi gluten, zat ini sebenarnya tidak berbahaya.

Gluten adalah campuran protein alami yang terdapat pada gandum dan barley. Ia berfungsi sebagai pengikat dan memberi tekstur kenyal pada makanan, seperti roti dan pasta.

Faktanya, beberapa produk gluten-free justru tinggi gula dan tidak lebih rendah kalori atau karbohidrat dibandingkan produk biasa.

  1. Semua Lemak Harus Dihindari
BACA JUGA :  Dada vs Paha Ayam: Mana yang Lebih Sehat? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Lemak sering dituduh sebagai penyebab utama kenaikan berat badan. Namun, tidak semua lemak bersifat jahat.

Tubuh justru membutuhkan lemak sehat untuk menyerap vitamin A, D, E, dan K, sekaligus menunjang fungsi otak.

Lemak sehat dapat ditemukan pada alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan, dan ikan berlemak.

Kuncinya adalah memilih jenis lemak sehat dan mengonsumsinya dalam porsi wajar.

  1. Air Lemon Bisa Melunturkan Lemak

Air hangat dengan perasan lemon sering diklaim dapat membakar lemak tubuh. Faktanya, belum ada penelitian kuat yang membuktikan hal ini.

Meski begitu, air lemon tetap bermanfaat. Minum segelas air lemon di pagi hari membantu menghidrasi tubuh setelah bangun tidur, dan bisa menjadi kebiasaan sehat sebelum sarapan.

Jadi, manfaatnya nyata, tapi bukan sebagai “peluntur lemak.”

  1. Susu Mentah Lebih Bergizi

Banyak orang percaya susu mentah lebih alami dan bernutrisi dibandingkan susu pasteurisasi. Namun, anggapan ini keliru.

BACA JUGA :  Kabar Gembira, Perumda Tirta Pakuan Gelar Promo Pasang Baru Murah Meriah di Momentum HJB

Proses pasteurisasi justru bermanfaat untuk membunuh kuman berbahaya tanpa menghilangkan nutrisi penting dalam susu. Hasilnya, susu jadi lebih aman dikonsumsi dan memiliki masa simpan lebih panjang.

Sebaliknya, susu mentah berisiko membawa bakteri yang bisa membahayakan kesehatan.

  1. Buah Mengandung Terlalu Banyak Gula

Sebagian orang menghindari buah karena takut kandungan gulanya tinggi. Padahal, gula pada buah bersifat alami dan hadir bersama nutrisi lain seperti serat, vitamin, dan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh.

Alih-alih dihindari, buah sebaiknya dikonsumsi rutin dengan memperhatikan porsi yang seimbang.

Tidak semua informasi diet yang beredar benar adanya. Menghindari makanan tertentu tanpa alasan medis justru bisa merugikan kesehatan.

Kuncinya adalah seimbang, tidak berlebihan, dan selalu cek fakta ilmiah sebelum mengikuti tren makanan atau pola diet tertentu.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================