
Selain itu, sebanyak 16 ribu Kopdeskel Merah Putih juga telah mengajukan proposal bisnis ke bank sebagai syarat utama untuk mendapatkan pembiayaan.
Proposal tersebut disesuaikan dengan model usaha yang akan dikembangkan masing-masing koperasi.
Pengawasan dan Digitalisasi
Untuk memastikan pemanfaatan dana berjalan tepat sasaran, pengawasan dilakukan langsung oleh kepala desa dan anggota Kopdeskel.
Pemerintah juga menyiapkan asisten bisnis dan project management officer (PMO) yang mendampingi setiap kelompok koperasi.
Kopdeskel Merah Putih juga akan dilengkapi sistem digital untuk memantau penggunaan dana. Ferry berharap tingkat bunga pinjaman dapat ditekan di bawah 6%.
Dana Rp 200 Triliun Sudah Tersedia
Sementara itu, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa Rp 200 triliun dana pemerintah yang ditempatkan di Himbara sudah siap digunakan untuk pembiayaan, termasuk bagi Kopdeskel Merah Putih.
“Dana itu sudah ada di bank. Kalau bank mau gunakan, bisa langsung disalurkan. Skemanya normal, sama seperti kredit biasa. Hanya saja bunga ke pemerintah sebesar 2%,” kata Purbaya.
Hal senada disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Menurutnya, penempatan dana pemerintah di lima bank BUMN menjadi modal kuat untuk mempercepat akses pembiayaan koperasi desa.
“Ini yang kita tunggu-tunggu. Dana Rp 200 triliun sudah ditempatkan di Himbara, jadi modal untuk Kopdeskel Merah Putih sudah tersedia,” tegas Zulhas.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















