
Sementara itu, CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan pemerintah menargetkan tambahan saham sebesar 12%. Menariknya, ia menyebut proses akuisisi saham ini tidak akan membebani keuangan negara.
“Saya target malah 12%,” kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (16/9/2025).
“Free of charge, mantep kan,” tambahnya.
Menuju Kontrol Lebih Besar
Jika negosiasi berjalan lancar, tambahan kepemilikan saham ini akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pemegang kendali utama Freeport Indonesia.
Hal ini diharapkan memberi manfaat lebih besar bagi negara, baik dari sisi penerimaan negara maupun kedaulatan atas pengelolaan sumber daya mineral strategis.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















