Tidak Ada Benturan tapi Tiba-tiba Muncul Memar? Ini Penyebabnya

Memar
Ilustrasi Memar. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Memar biasanya timbul akibat pembuluh darah kecil (kapiler) di bawah kulit pecah karena benturan atau cedera.

Darah yang merembes keluar lalu menumpuk menyebabkan bercak merah atau ungu. Seiring waktu, tubuh akan menyerap kembali darah tersebut dan memar pun hilang.

Namun, bagaimana jika memar muncul tiba-tiba tanpa ada benturan? Kondisi ini ternyata cukup umum, terutama pada orang dewasa hingga lanjut usia. Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebabnya.

Penyebab Memar Tanpa Sebab

  1. Konsumsi Obat-obatan dan Suplemen
    Beberapa obat dapat memengaruhi kemampuan darah untuk membeku, seperti antikoagulan, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dan kortikosteroid. Akibatnya, darah lebih mudah bocor ke jaringan bawah kulit.
    Jika memar muncul saat mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
  2. Gangguan Pendarahan atau Pembekuan Darah
  • Hemofilia: kondisi genetik langka di mana tubuh kekurangan faktor pembekuan VIII atau IX.
  • Trombositopenia: jumlah trombosit rendah, sehingga tubuh kesulitan menghentikan pendarahan.
  • Defisiensi Faktor V: kekurangan protein pembekuan darah yang bisa muncul pada usia berapa saja.
  1. Sepsis (Keracunan Darah)
    Sepsis adalah infeksi serius yang membuat racun menumpuk dalam darah. Salah satu gejalanya berupa bercak darah kecil seperti tusukan jarum yang bisa berkembang menjadi memar besar. Kondisi ini butuh penanganan medis segera.
  2. Kekurangan Vitamin
  • Vitamin C: penting untuk produksi kolagen, menjaga daya tahan tubuh, dan kesehatan jaringan. Kekurangannya dapat memicu memar.
  • Vitamin K: berperan penting dalam proses pembekuan darah. Jika kurang, tubuh jadi lebih mudah mengalami pendarahan dan memar.
  1. Penyakit Hati atau Ginjal
  • Hati (liver): jika rusak, misalnya karena sirosis, hati berhenti memproduksi protein penting untuk pembekuan darah, sehingga mudah timbul memar.
  • Ginjal: penyakit ginjal kronis dapat membuat kulit kehilangan elastisitas dan rentan memar.
    Selain itu, obat untuk penyakit hati atau ginjal juga bisa mengganggu fungsi trombosit dan proses pembekuan darah.
BACA JUGA :  Ubah Kebiasaan Makan Siang, Risiko Tekanan Darah Tinggi Bisa Berkurang

Kapan Harus ke Dokter?

Jika memar muncul terus-menerus tanpa sebab jelas, disertai gejala lain seperti pendarahan berlebihan, kelelahan ekstrem, atau penurunan berat badan, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================