
Tak hanya fokus pada bidang olahraga, Erick juga menyiapkan strategi untuk sektor kepemudaan. Ia menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, Kemenpora akan mendorong inovasi yang bersih, transparan, dan bebas dari stigma negatif.
“Kita harus cari bagaimana terobosan-terobosan di olahraga karena penting sekali olahraga ini juga harus bersih, transparan tanpa ada hal-hal selama ini banyak stigma olahraga ini banyak hal yang kurang sehat,” ucapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas kementerian agar program kepemudaan berjalan optimal. Erick berencana menggandeng Kementerian Sosial dan kementerian lainnya untuk membentuk balai vokasi yang dapat membantu generasi muda menghadapi tantangan masa depan, terutama terkait lapangan kerja.
Pendekatan kolaboratif yang diambil Erick menunjukkan upaya untuk menjaga kesinambungan kebijakan olahraga, bukan sekadar program jangka pendek. Dengan melibatkan para mantan Menpora, ia berharap pembangunan olahraga nasional bisa lebih cepat dan peran pemuda dalam pembangunan bangsa semakin kuat.
Hubungan baik Erick dengan mantan Menpora seperti Dito Ariotedjo dan Zainuddin Amali menjadi aset penting dalam menyusun peta jalan bersama yang lebih menyeluruh.
Langkah-langkah awal ini mencerminkan tekad Erick untuk membawa Kemenpora menuju arah yang lebih visioner. Dengan menekankan transparansi, kerja sama, dan visi jangka panjang, ia ingin memastikan bahwa sektor olahraga dan kepemudaan Indonesia berkembang secara berkelanjutan hingga 2045. (mg1)
Editor : Samudera
Sumber : iNews
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















