
“Kami melihat ada tujuh pilar dan kami ingin memastikan pilar tersebut tidak hanya aspek teknologi saja yang difokuskan. Jadi, teknologi hanya salah satu pembentuk indeks. Sehingga, transformasi digital tidak hanya fokus pada teknologi tetapi aspek pendukung dari penerapan teknologi ,” ungkapnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Bambang Widodo Tawekal menjelaskan, dirinya melihat GM-DTGI cukup objektif dan komprehensif karena UGM adalah salah satu universitas terbaik di Indonesia. Tentu sudah mempertimbangkan hal-hal terkait penilaian ini.
“Dengan adanya GM-DTGI ini bisa menjadi pembanding dan evaluasi bagi kami untuk bisa meningkatkan transformasi digital di Kabupaten Bogor, dalam mendukung misi Bupati Bogor mewujudkan tata kelola pemerintahan daerah yang baik,” jelas Bambang.
Ia menerangkan, GM-DTGI dilakukan dengan pendekatan akademis sehingga bisa menjadi alat ukur yang objektif dan menjadi masukan kepada Pemerintah Daerah. Kemudian juga tidak tergantung pada ukuran infrastruktur saja, tetapi lengkap dengan tujuh pilar yang ada.
“Tujuh pilar tersebut menggambarkan bahwa kemajuan digital dapat dipertanggungjawabkan dan juga meningkatkan pelayanan publik, yang akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Ia menambahkan, atas arahan Bupati Bogor, Kabupaten Bogor meraih penghargaan GM-DTGI ini. Terima kasih kepada seluruh pihak terkait, baik penyelenggara dari UGM maupun pihak-pihak yang mendukung terlaksananya transformasi digital di Kabupaten Bogor. Penghargaan ini tentunya menjadi motivasi sekaligus evaluasi bagi kami.
“Penghargaan ini menjadi langkah awal kami untuk bisa melihat lebih dalam, bekerjasama dengan semua pihak terkait, dalam rangka meningkatkan pelayanan publik khususnya yang terkait dengan transformasi digital,” pungkas Bambang.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















