
BOGORTODAY.COM – Gempa berkekuatan magnitudo 4,0 mengguncang wilayah Sukabumi- Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (22/9/2025). Guncangan tersebut mengakibatkan ratusan rumah rusak dan sebagian warga memilih mengungsi.
Pemerintah Desa Purasari menilai rangkaian gempa yang kerap terjadi di wilayahnya diduga terkait dengan aktivitas perusahaan PT Star Energy Geothermal.
“Alhamdulillah kondisi saat ini kita masih siap siaga, baik dari Pemdes, BPBD, Muspika, maupun warga sekitar,” ujar Kepala Desa Purasari, Agus Soleh Lukman, Selasa (23/9/2025).
Menurutnya, ratusan rumah warga dan satu sarana ibadah mengalami kerusakan akibat gempa yang terjadi secara beruntun tersebut.
“Sejauh ini masih dalam tahap assessment. Data sementara mencatat 127 rumah dan 1 sarana ibadah terdampak,” ucapnya.
Ia menuturkan, warga terdampak kini bertahan di tenda-tenda darurat yang didirikan secara swadaya.
“Untuk sementara kami dirikan tenda di depan rumah warga, sebagai antisipasi jika terjadi gempa susulan,” bebernya.
Agus menambahkan, masyarakat menduga gempa yang kerap dirasakan berkaitan dengan aktivitas pengeboran PT Star Energy Geothermal.
“Kalau masyarakat sekitar cenderung berasumsi karena wilayah kerja PT SEG,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut hingga kini belum ada perhatian dari pihak perusahaan, padahal warga mengalami kerugian material.
“Lokasi kami sangat berdekatan dengan wilayah kerja PT SEG. Gempa sering terjadi, bahkan pada 2023 kejadiannya sangat parah,” ungkapnya.
Agus menegaskan, saat ini perusahaan tersebut tengah melakukan pengeboran pada sembilan titik untuk kepentingan saluran listrik.
“Informasinya memang ada sembilan titik pengeboran di lokasi kerja PT SEG,” pungkasnya.
Bagi HalamanEditor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















