BOGORTODAY.COM – Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Ali Khomsan menyatakan kasus keracunan massal yang diduga berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah tidak boleh dianggap sepele dan memerlukan evaluasi menyeluruh.
Menurut Ali, terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya keracunan massal tersebut.
“Pertama, makanan yang tidak diproses secara matang. Kedua, kualitas air yang digunakan dalam pengolahan makanan. Ketiga, makanan basi yang disajikan kepada penerima manfaat,” kata Ali seperti dikutip dari beritasatu.com, Jumat (26/9/2025).
Ali menjelaskan pentingnya melakukan evaluasi untuk mengidentifikasi penyebab utama dari ketiga faktor tersebut.
“Kalau tidak ada evaluasi, kita tidak akan tahu mana penyebab utama dari tiga faktor tersebut,” jelasnya.
Tak hanya itu, Ali juga mendukung usulan penghentian sementara program unggulan pemerintah pusat ini. Ia mengkhawatirkan dampak psikologis jangka panjang pada penerima manfaat yang menjadi korban keracunan.
“Sebagian korban keracunan MBG akan mengalami trauma. Jika trauma berlangsung lama, bisa terjadi penolakan terhadap makanan MBG. Akhirnya, meski program tetap berjalan, makanannya tidak dikonsumsi,” ungkap Ali.
Ali menegaskan program MBG perlu segera dievaluasi agar dapat kembali diterima masyarakat dan memberikan gizi berkualitas sesuai tujuan awal.
“Ini berbahaya karena negara sudah mengeluarkan anggaran besar, tetapi anak-anak menolak makan akibat pengalaman buruk sebelumnya,” tutupnya.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan status gizi anak-anak Indonesia melalui penyediaan makanan bergizi di sekolah-sekolah dan fasilitas pendidikan lainnya.
Bagi HalamanEditor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















