BOGORTODAY.COM – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, angkat bicara terkait kenaikan harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional wilayah Kabupaten Bogor.
Harga daging ayam yang sebelumnya berada di kisaran Rp 26 ribu per kilogram kini melonjak menjadi Rp 32 ribu per kilogram.
Menurut Sastra, lonjakan harga tersebut dipicu oleh adanya regulasi baru dari pemerintah yang berdampak langsung pada distribusi maupun harga jual ayam di pasaran.
“Mungkin kenaikan-kenaikan ada regulasi-regulasi yang baru mungkin ya, tapi kita berharap semua bisa stabil supaya semua rumah tangga masyarakat kita bisa memenuhi itu,” kata Sastra, Jumat (26/9/2025).
Sastra menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menindaklanjuti penyebab kenaikan harga ayam tersebut.
DPRD berencana memanggil Dinas Ketahanan Pangan (Diskanak) maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk meminta penjelasan resmi.
“Ya kita lihat nanti Disnak atau Disperindag coba kita undang, apa penyebab masalah-masalah itu, kenapa harga ayam bisa sebesar itu,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Sastra juga mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk kembali melaksanakan program pasar murah di setiap kecamatan.
Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah, agar tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Usulannya mungkin dengan cara pasar murah di setiap kecamatan supaya bisa membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Sastra menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya stabilitas harga bahan pokok, terutama daging ayam yang menjadi salah satu kebutuhan utama rumah tangga.
Ia berharap adanya solusi cepat agar masyarakat tidak terus terbebani dengan lonjakan harga yang signifikan.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : narasitime.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















