Mendag: Uni Eropa Melunak soal Larangan Produk Pertanian, IEU-CEPA Jadi Game Changer

Mendag
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (Foto: Radio Elshinta)

BOGORTODAY.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan bahwa Uni Eropa mulai melunak terkait larangan impor produk pertanian yang sebelumnya dianggap memicu deforestasi, seperti kelapa sawit, coklat, kopi, kedelai, karet, dan kayu. Larangan tersebut sempat diatur dalam regulasi European Union Deforestation Regulation (EUDR).

Menurut Budi, keberhasilan perundingan perjanjian dagang Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) menjadi salah satu faktor yang membuat sikap Uni Eropa lebih fleksibel.

BACA JUGA :  Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H, Visa Mulai Diterbitkan Sejak 31 Mei 2026

“Makanya setelah IEU-CEPA selesai semua menjadi melunak. Mudah-mudahan terus melunak,” ujar Budi di Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025).

Manfaat IEU-CEPA untuk Indonesia

Budi menjelaskan bahwa IEU-CEPA membawa sejumlah keuntungan strategis bagi Indonesia, mulai dari membuka akses pasar lebih luas, mengurangi hambatan dagang, hingga menekan dampak EUDR. Selain itu, perjanjian ini juga diharapkan bisa meningkatkan ekspor dan menciptakan lapangan kerja baru.

BACA JUGA :  ABPEDNAS Tembus 100 Ribu Anggota, Momentum Hari Lahir Pancasila Perkuat Peran Desa

Total perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa pada periode Januari–Juli 2025 tercatat mencapai US$ 18 miliar, tumbuh 4,34% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Melalui IEU-CEPA, sebanyak 98% total tarif perdagangan akan dieliminasi, sehingga produk Indonesia lebih kompetitif di pasar Eropa.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================