Perbaikan Jalan Rusak Kiarapandak–Kiarasari Dimulai, Akses Ditutup Sementara

BOGORTODAY.COM – Jalan penghubung milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang menghubungkan Desa Kiarapandak dan Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya, akhirnya masuk tahap perbaikan. Rekonstruksi jalan tersebut juga mencakup jalur Cigudeg–Kiarasari–Cisangku.

Proyek ini dikerjakan oleh perusahaan penyedia jasa PT Heros Putra Gemilang melalui proses lelang dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp8 miliar. Seiring dimulainya pekerjaan, akses jalan menuju Kiarapandak dan Kiarasari ditutup sementara waktu.

Pelaksana lapangan, Nono Suryono, menjelaskan bahwa kondisi eksisting jalan sebelumnya hanya memiliki lebar tiga meter, namun akan diperluas menjadi 4,5 meter. Pihaknya sudah menurunkan alat berat, termasuk excavator, untuk mempercepat proses pekerjaan.

BACA JUGA :  Sekolah Rakyat Buka 5.127 Formasi Tenaga Kependidikan Tahun 2026, Simak Posisi, Syarat, dan Jadwal Seleksinya

“Kondisi jalannya licin. Jangankan kendaraan roda empat, motor saja masih berisiko melintas. Itu rawan kecelakaan sekaligus mengganggu aktivitas pekerjaan kami. Karena kontrak kerja (SPK) hanya sampai Desember, kami harus memaksimalkan waktu yang ada,” kata Nono saat dihubungi Bogortoday, Senin (29/9/2025).

Nono mengatakan, penutupan jalan telah disosialisasikan kepada masyarakat sejak awal. Pihak kontraktor bekerja sama dengan Pemerintah Desa Kiarapandak dan Kiarasari serta melibatkan petugas linmas untuk mengatur lalu lintas di jalur alternatif.

“Sebelum pekerjaan dimulai, kami sudah kirim surat pemberitahuan kepada lingkungan dan desa. Jalan alternatif juga sudah disiapkan agar aktivitas warga tetap berjalan,” ucapnya.

BACA JUGA :  Terbungkus Handuk Cokelat, Bayi Perempuan Ditemukan Terlantar di Semak-semak

Menurut Nono, pekerjaan konstruksi sudah berlangsung sekitar 8 hari. Saat ini penanganan difokuskan pada segmen 3 dari arah Kiarasari menuju Kiarapandak sepanjang 1,16 kilometer. Beton yang digunakan adalah sistem jayamix, karena dianggap lebih terjamin mutunya dibanding carmix.

“Beton itu umurnya 28 hari. Jadi setelah segmen 3 selesai, butuh waktu hampir satu bulan sebelum bisa kembali dibuka untuk lalu lintas,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk segmen 2 di wilayah Kiarapandak dengan panjang yang sama, sehingga, estimasi penutupan jalan berlangsung selama 2 bulan, sesuai kontrak kerja.

Bagi Halaman

Editor : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================