Trump Teken Perintah Eksekutif, TikTok AS Dijual ke Konsorsium Investor Amerika

Menurut laporan Reuters, Oracle bersama Silver Lake dan sejumlah investor lain akan menguasai sekitar 50% saham TikTok AS.

Sebagian saham lain akan dipegang oleh investor lama ByteDance seperti KKR dan General Atlantic. Sementara ByteDance sendiri hanya boleh memiliki kurang dari 20%.

Dalam struktur baru, ByteDance berhak menunjuk 1 dari 7 kursi dewan direksi. Enam kursi sisanya dikuasai investor asal Amerika.

Trump juga menyebut beberapa nama besar masuk dalam konsorsium, termasuk Michael Dell (Dell Technologies) dan Rupert Murdoch (News Corp). Namun, detail akhir kepemilikan disebut masih bisa berubah.

BACA JUGA :  Harga Minyak Dunia Merosot Hampir 3 Persen, Pasar Merespons Sinyal Redanya Ketegangan AS-Iran

Algoritma Jadi Isu Krusial

Meski kesepakatan sudah diteken, masih ada tanda tanya besar mengenai aset utama TikTok: algoritma rekomendasi konten. Trump mengatakan algoritma akan “dilatih ulang” dan diawasi oleh mitra keamanan AS. Namun sejumlah pakar hukum menilai belum jelas sejauh mana ByteDance akan tetap memiliki kendali.

BACA JUGA :  Bogor Kota, Sudahkah Tertata?

Alan Rozenshtein, profesor hukum di University of Minnesota, menyebut perintah eksekutif Trump belum cukup transparan.
“Presiden sudah mengesahkan deal ini, tapi detail soal algoritma belum dijelaskan,” ujarnya.

Sementara itu, analis Wedbush Securities Dan Ives menilai valuasi TikTok tanpa algoritma bisa mencapai USD 30–40 miliar, jauh di atas angka USD 14 miliar yang diumumkan pemerintah AS.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================