
Pemilihan kujang sebagai mahkota tugu Pancakarsa memiliki alasan filosofis yang kuat. Senjata tradisional khas Sunda itu bukan sekadar ornamen, melainkan representasi identitas budaya Kabupaten Bogor yang merupakan bagian dari Tatar Sunda. Kujang dalam tradisi Sunda melambangkan kekuatan, ketajaman pikiran, dan jati diri masyarakat Sunda.
Dengan hadirnya ornamen kujang di puncaknya, tugu Pancakarsa diharapkan tidak hanya menjadi penanda geografis, tetapi juga penguat narasi budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi kawasan Sentul yang berbatasan dengan Kota Bogor dan Depok.
Data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) menunjukkan proyek ini memiliki pagu anggaran Rp 1 miliar dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp 990,2 juta. Setelah proses lelang, PT Dinamika Bangun Mandiri keluar sebagai pemenang dengan penawaran Rp 970,369 juta.
Namun, setelah melalui tahap negosiasi teknis dan harga, nilai kontrak akhir justru ditetapkan lebih tinggi, yakni Rp 979 juta. Kenaikan sekitar Rp 8,6 juta dari penawaran awal ini biasanya terjadi karena ada penyesuaian spesifikasi teknis atau volume pekerjaan yang disepakati kedua belah pihak dalam rapat negosiasi.
Rincian Anggaran Proyek
| Komponen | Nilai (Rp) |
| Pagu Anggaran | 1.000.000.000 |
| Harga Perkiraan Sendiri (HPS) | 990.200.000 |
| Penawaran Awal Pemenang Lelang | 970.369.000 |
| Nilai Kontrak Setelah Negosiasi | 979.000.000 |
| Selisih HPS dengan Kontrak | 11.200.000 |
| Persentase Efisiensi | 1,13% |
Pemenang Lelang: PT Dinamika Bangun Mandiri
Sumber Dana: APBD Kabupaten Bogor 2025
Dengan efisiensi anggaran 1,13 persen, proyek ini dinilai cukup efisien meski sempat terjadi kenaikan harga dari penawaran awal. Dana bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor tahun 2025.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















