
Jika remaja sudah memiliki pola makan bervariasi dan kaya nutrisi, biasanya suplemen tidak diperlukan. Namun, bila ada kekurangan nutrisi, orang tua bisa mempertimbangkan beberapa jenis suplemen berikut:
- Vitamin D
Remaja sering kekurangan vitamin D, terutama mereka yang tinggal di daerah dengan paparan sinar matahari terbatas.
Vitamin D penting untuk mendukung kekebalan tubuh, kesehatan tulang, mood, serta regulasi hormon.
- Vitamin C
Vitamin C membantu menjaga daya tahan tubuh, terutama saat musim hujan atau ketika anak sedang stres karena sekolah.
- Zat Besi
Zat besi penting bagi remaja, terutama perempuan yang mengalami menstruasi. Kekurangan zat besi bisa menyebabkan lemas dan anemia.
Sebelum mengonsumsi suplemen, disarankan melakukan tes darah untuk mengetahui kadar feritin, hemoglobin, dan zat besi.
- Vitamin B12
Remaja yang jarang mengonsumsi produk hewani berisiko kekurangan vitamin B12. Padahal, vitamin ini penting untuk kesehatan sistem saraf dan pembentukan sel darah merah.
- Omega-3
Asam lemak omega-3 bermanfaat untuk perkembangan otak, kesehatan jantung, dan regulasi mood. Jika remaja jarang mengonsumsi ikan berlemak, suplemen omega-3 bisa menjadi alternatif.
- Magnesium
Magnesium berperan dalam mengurangi kecemasan, iritabilitas, kram, serta meningkatkan kualitas tidur. Remaja dapat mengonsumsi sekitar 100–300 mg per hari.
- Probiotik
Probiotik mendukung kesehatan usus, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta berdampak baik bagi kulit, pencernaan, dan kesehatan mental.
Suplemen bisa membantu melengkapi kebutuhan gizi remaja, tetapi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak. Konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap dianjurkan sebelum memberikan suplemen tertentu.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















