
Selain persoalan ekonomi, ia juga menyinggung masalah infrastruktur. Jalan Bunar Rengasjajar Bitung yang dikenal sebagai Jalan Raya Sudamanik sejak era 1980-an.
Rusli menyebut, banyak diperbaiki dan diperlebar berkat kontribusi perusahaan tambang, bukan hanya pemerintah.
“Sejarah mencatat, perbaikan jalan ini banyak ditopang oleh perusahaan tambang, bukan hanya pemerintah,” ucapnya.
Rusli menambahkan, jika kebijakan penutupan tambang tidak segera dievaluasi, status Desa Rengasjajar yang kini berpredikat sebagai desa maju bahkan desa mandiri bisa turun menjadi desa berkembang akibat turunnya daya beli masyarakat.
“Kalau daya beli turun drastis, kami khawatir juga akan berdampak pada meningkatnya kriminalitas di desa,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah provinsi dapat meninjau kembali kebijakan ini dengan mempertimbangkan opsi lain agar ekonomi masyarakat tidak lumpuh.
“Harapan kami, kebijakan ini dievaluasi. Jangan sampai keputusan yang baik justru membuat masyarakat kecil semakin terpuruk,” tandasnya.
Editor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















