Studi Baru: Pemanis Rendah Kalori Bisa Percepat Penuaan Otak

Pemanis rendah kalori
Ilustrasi menambahkan pemanis ke minuman. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Mengganti gula dengan pemanis rendah kalori kerap dipilih banyak orang sebagai cara menjaga berat badan. Namun, studi terbaru menemukan adanya potensi risiko bagi kesehatan otak.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada awal September di jurnal Neurology mengungkap, konsumsi enam jenis pemanis buatan dalam jumlah tinggi berkaitan dengan penurunan kemampuan berpikir dan daya ingat yang cukup signifikan.

Bahkan, penurunan ini lebih besar dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi pemanis dalam jumlah sedikit.

Otak Jadi 1,6 Tahun Lebih Tua

Menurut penelitian ini, asupan pemanis rendah kalori bisa membuat otak seseorang tampak 1,6 tahun lebih tua.

“Namun, hasil ini bukan berarti seseorang akan langsung mengalami masalah ingatan setelah minum produk berpemanis,” jelas Claudia Kimie Suemoto, penulis studi dari Sao Paulo University, Brasil.

BACA JUGA :  BKN Tegaskan Poster CPNS 2026 yang Beredar di Medsos adalah Hoaks

Meski demikian, konsumsi pemanis buatan secara rutin dalam jumlah tinggi dapat mempercepat penuaan otak dan meningkatkan risiko penurunan kognitif lebih dini.

Data dari 12.722 Orang Dewasa

Penelitian ini melibatkan 12.722 orang dewasa Brasil dengan usia rata-rata 52 tahun. Mereka mengisi kuesioner tentang kebiasaan makan dan minum selama setahun terakhir.

Tim peneliti melacak konsumsi tujuh jenis pemanis rendah atau tanpa kalori, termasuk:

  • Aspartam
  • Sakarin
  • Xylitol
  • Eritritol
  • Sorbitol
  • Tagatose
  • Acesulfam K

Peserta kemudian dikelompokkan berdasarkan tingkat konsumsi:

  • Rendah: 20 mg per hari
  • Sedang: 66 mg per hari
  • Tinggi: 191 mg per hari
BACA JUGA :  Dada vs Paha Ayam: Mana yang Lebih Sehat? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Hasil Tes Kognitif

Selama delapan tahun, peserta menjalani tes kognitif rutin. Hasilnya:

  • Kelompok konsumsi tinggi mengalami penurunan daya ingat dan daya pikir 62% lebih cepat, serta penurunan kemampuan verbal 173% lebih cepat.
  • Kelompok konsumsi sedang mengalami penurunan daya ingat dan daya pikir 35% lebih cepat, dengan penurunan kemampuan verbal 110% lebih cepat.

Menariknya, efek negatif ini hanya ditemukan pada peserta berusia di bawah 60 tahun.

Catatan Penting

Hasil penelitian ini memperkuat diskusi mengenai keamanan pemanis buatan jangka panjang.

Walau sering dipromosikan sebagai alternatif sehat untuk gula, ternyata konsumsi berlebih bisa memberi dampak serius pada kesehatan otak.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================