Bahlil Klarifikasi soal Batalnya Vivo dan BP-AKR Beli BBM dari Pertamina

Bahlil
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: Ist)

BOGORTODAY.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara mengenai batalnya rencana pembelian base fuel atau bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamina oleh PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) dan joint venture BP-AKR (APR).

Bahlil menegaskan, pemerintah hanya berperan sebagai fasilitator antara Pertamina dengan badan usaha swasta penyalur BBM.

Sementara keputusan bisnis sepenuhnya dikembalikan pada mekanisme business-to-business (B2B).

BACA JUGA :  KaBogorFest 2026 Resmi Dibuka, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Meriahkan HJB ke-544

“B2B-nya lagi dikomunikasikan. Itu kolaborasi antara swasta dengan swasta. Ya, masih berjalan,” kata Bahlil di BPH Migas, Jakarta Selatan, Kamis (2/10/2025).

Shell Masih Lanjutkan Pembahasan B2B

Selain Vivo dan BP-AKR, Shell Indonesia juga tengah membicarakan pasokan impor base fuel bersama Pertamina.

President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menegaskan pihaknya masih berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lain untuk memastikan ketersediaan BBM di jaringan SPBU Shell.

BACA JUGA :  Disdik Kabupaten Bogor Siapkan Beasiswa untuk 17.000 Siswa Kurang Mampu

“Pembahasan B2B terkait pasokan impor base fuel sedang berlangsung. Kami memastikan standar keselamatan operasional dan kualitas bahan bakar tetap sesuai standar global Shell,” ujar Ingrid.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================