Pertalite Langka di SPBU Atang Sendjaja, Warga Tempuh 8 Km ke SPBU Lain

BOGORTODAY.COM – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Atang Sendjaja di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengalami kekosongan stok pertalite selama satu pekan terakhir. Kondisi ini menyulitkan masyarakat setempat untuk mengisi bahan bakar.

Melalui video yang diunggah akun media sosial @mang kifly, Jumat (3/10/2025), terlihat warga dan pengendara yang melintas di wilayah Rancabungur kebingungan mencari pertalite.

“Pertalite hilang di SPBU Atang Sendjaja Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor. Yang melintas atau warga Rancabungur sedang kebingungan karena di SPBU tidak ada pertalite,” ujar pengunggah video.

Kelangkaan pertalite ini berdampak pada berbagai kalangan, mulai dari pedagang sayur keliling, pengemudi ojek daring (ojol), hingga mahasiswa. Untuk mendapatkan pertalite, warga terpaksa menempuh jarak sekitar tujuh hingga delapan kilometer ke SPBU lain.

BACA JUGA :  Kemnaker Catat 23.470 Pekerja Terkena PHK hingga Mei 2026, Lebih Rendah dari Tahun Lalu

“Tukang sayur, ojol, mahasiswa tidak bisa beli pertalite karena di SPBU tidak ada. Mau beli ke SPBU lain jauh, harus menempuh jarak tujuh sampai delapan kilometer,” jelasnya.

Kekosongan pertalite di SPBU tersebut diduga karena adanya sanksi dari PT Pertamina akibat kesalahan operator yang dinilai melanggar aturan. SPBU dilarang sementara menjual pertalite meskipun operator yang bermasalah telah diberhentikan.

“SPBU disanksi oleh Pertamina, tidak boleh jual pertalite dulu karena kesalahan operator nakal. Karena kesalahan satu orang, masyarakat banyak jadi korban,” katanya.

BACA JUGA :  Perdana, Peringatan HJB ke-544 Digelar di Citalahab Malasari

Pengunggah video menyatakan, selama ini SPBU Atang Sendjaja telah menjalankan standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan Pertamina. Operator yang bermasalah pun sudah diberhentikan.

“Selama ini SPBU Atang Sendjaja selalu mengikuti SOP yang diberikan Pertamina. Kenapa karena kesalahan satu orang yang sudah dipecat bisa sampai sanksi seperti ini,” tuturnya.

Ia meminta Pertamina memberikan solusi atas permasalahan ini, bukan sanksi yang justru merugikan masyarakat dan pengusaha SPBU.

“Mohon kepada Pertamina kasih solusi, bukan sanksi seperti ini. Kalau diberi sanksi seperti ini, masyarakat kecil kesulitan, pengusaha juga rugi,” tuntasnya.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================