Waspada Bahaya Kelebihan Lemak di Hati atau Steatosis Hati

Sejak 2023, istilah steatosis hati digunakan menggantikan istilah perlemakan hati (fatty liver) karena cakupannya lebih luas dalam menjelaskan penyebab kondisi tersebut.

Jenis-jenis Steatosis Hati

  1. Penyakit hati terkait alkohol
    Disebabkan konsumsi alkohol berlebihan. Saat hati menyaring alkohol, sebagian sel hati mati. Jika jumlah alkohol terlalu banyak, hati tidak mampu mengganti sel-sel yang rusak dengan sel baru.
  2. Steatosis hati terkait disfungsi metabolik (MASLD)
    Sebelumnya dikenal sebagai penyakit perlemakan hati non-alkohol. Penumpukan lemak ini berhubungan dengan faktor kardiometabolik seperti obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan kelainan lipid.
  3. Steatohepatitis terkait metabolik (MASH)
    Merupakan bentuk lebih serius dari MASLD. Lemak yang menumpuk memicu peradangan, kerusakan jaringan, hingga terbentuk jaringan parut (fibrosis).
  4. MASLD dengan peningkatan konsumsi alkohol (MetALD)
    Kombinasi faktor metabolik dengan konsumsi alkohol berlebihan. Batas konsumsi berlebihan ditetapkan lebih dari 140 gram alkohol per minggu untuk wanita, dan lebih dari 210 gram per minggu untuk pria.
  5. Steatosis hati akibat faktor lain
    Sejumlah obat atau penyakit tertentu dapat memicu penumpukan lemak di hati, meski penyebab spesifiknya kadang tidak dapat diidentifikasi.
BACA JUGA :  Duh! ASN di Jawa Barat Terdeteksi Ikut Main Judol, Transaksi Hingga 800 Juta Pertahun

Tahapan Penyakit Hati akibat Steatosis

Tidak semua kasus steatosis hati berkembang menjadi penyakit serius. Namun, bila dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini bisa melalui beberapa tahap:

  1. Hepatitis (Steatohepatitis)
    Lemak berlebih membuat hati meradang (bengkak) dan merusak jaringan.
  2. Fibrosis
    Peradangan memicu terbentuknya jaringan parut yang membuat hati kaku dan rusak.
  3. Sirosis hati
    Jaringan parut menggantikan jaringan sehat. Jika tidak ditangani, sirosis bisa berlanjut menjadi gagal hati hingga kanker hati.
BACA JUGA :  Dajjal dalam Islam: Tanda Besar Kiamat dan Munculnya Dajjal-Dajjal Pendusta

Pentingnya Deteksi Dini

Meski berbahaya, steatosis hati bisa dicegah dan dikendalikan melalui pola makan sehat, olahraga teratur, membatasi konsumsi alkohol, serta mengontrol faktor risiko seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi.

Dengan deteksi dini serta perubahan gaya hidup, risiko komplikasi serius akibat kelebihan lemak di hati dapat ditekan.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================