
Meski begitu, para pakar menegaskan bahwa baik air hangat maupun dingin, sama-sama memiliki manfaat besar bagi tubuh.
Intinya, air dalam bentuk apa pun tetap penting untuk menjaga hidrasi, metabolisme, dan kesehatan organ.
Efek Air terhadap Penurunan Berat Badan
Minum air—baik hangat maupun dingin—mampu mendukung program penurunan berat badan melalui beberapa mekanisme berikut:
- Mengontrol Asupan Kalori
Mengganti minuman manis dengan air membantu memangkas kalori harian secara signifikan. - Menekan Nafsu Makan
Minum segelas air sebelum makan dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih cepat, sehingga konsumsi makanan berkurang. - Meningkatkan Metabolisme
Asupan air cukup mendukung proses lipolisis, yaitu pemecahan lemak menjadi energi. - Membantu Detoksifikasi Tubuh
Air berperan penting dalam fungsi ginjal menyaring racun, sekaligus mencegah sembelit. - Menunjang Aktivitas Fisik
Cukup minum air membantu mencegah dehidrasi, menjaga kinerja otot, sendi, serta meningkatkan performa olahraga yang penting untuk membakar kalori.
Minum air hangat memang bisa memberikan manfaat tambahan, terutama untuk pencernaan dan stimulasi metabolisme.
Namun, klaim bahwa air hangat secara langsung “menghancurkan” lemak perut tidak sepenuhnya benar.
Intinya, menjaga hidrasi dengan minum 6–8 gelas air per hari—baik hangat maupun dingin—tetap menjadi kunci penting dalam mendukung kesehatan dan penurunan berat badan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















