BOGORTODAY.COM – Upaya perdamaian untuk mengakhiri perang di Gaza kembali berlanjut. Pada Rabu (08/10/2025), Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani dan delegasi Turki yang dipimpin Kepala Intelijen Ibrahim Kalin akan bergabung dengan perwakilan Hamas dan Israel dalam perundingan di Sharm El-Sheikh, Mesir.
Pertemuan ini memasuki hari ketiga pembahasan dan berlangsung berdasarkan “rencana 20 poin” yang diajukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bulan lalu. Rencana tersebut menjadi kerangka utama untuk menciptakan gencatan senjata dan perdamaian di Gaza.
Selain Qatar dan Turki, utusan khusus Trump untuk Timur Tengah Steve Witkoff serta menantunya Jared Kushner juga dijadwalkan hadir.
“Ada peluang nyata bahwa kita bisa mencapai sesuatu,” kata Trump di Gedung Putih, Selasa (07/10/2025). “Saya pikir ada kemungkinan kita bisa menciptakan perdamaian di Timur Tengah. Kami ingin semua sandera segera dibebaskan.”
Trump menegaskan, AS akan melakukan segala cara untuk memastikan kesepakatan dipatuhi semua pihak jika gencatan senjata berhasil tercapai.
Tekanan Internasional Semakin Besar
Pembicaraan ini bertepatan dengan peringatan dua tahun serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menjadi titik awal perang terbaru di Gaza. Hingga kini, sebagian besar wilayah Gaza hancur, dengan PBB menyatakan kelaparan parah tengah terjadi, sementara keluarga sandera Israel terus menanti kepulangan kerabat mereka.
Komunitas internasional kian mendesak agar perang dihentikan. Akhir pekan lalu, ratusan ribu orang menggelar aksi pro-Palestina di berbagai kota dunia, termasuk Italia, Spanyol, Irlandia, Belanda, dan Inggris. Di Belanda, para pengunjuk rasa mendesak pemerintah mengakui negara Palestina, sedangkan di Inggris puluhan ribu orang tetap turun ke jalan meski Perdana Menteri Keir Starmer mengimbau sebaliknya.
Sementara itu, penyelidikan PBB bulan lalu menuduh Israel melakukan genosida, sementara Hamas dituding melakukan kejahatan perang dalam serangan 7 Oktober. Kedua pihak sama-sama membantah tuduhan tersebut.
Isi Rencana Perdamaian
Menurut Ketua tim negosiasi Hamas, Khalil El-Hayya, kelompoknya menginginkan adanya “jaminan dari Presiden Trump dan negara-negara pendukung bahwa perang benar-benar akan berakhir selamanya.”
Rencana 20 poin Trump mencakup:
- Gencatan senjata permanen.
- Pembebasan seluruh sandera.
- Pelucutan senjata Hamas.
- Penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza.
Sumber Palestina yang dekat dengan tim negosiasi Hamas menyebut, sesi Selasa (07/10) membahas peta awal penarikan pasukan Israel serta mekanisme pertukaran sandera dan tahanan.
Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty mengatakan bahwa jaminan utama keberhasilan pembicaraan adalah komitmen Trump. “Bahkan jika diperlukan, ia bisa memaksakan visinya,” ujarnya.
Korban Perang di Gaza
Kementerian Kesehatan Gaza yang dikuasai Hamas melaporkan, kampanye militer Israel telah menewaskan sedikitnya 67.160 orang. PBB menyebut angka tersebut kredibel, dengan lebih dari separuh korban adalah perempuan dan anak-anak.
Menanti Terobosan di Sharm El-Sheikh
Meski negosiasi menghadapi jalan terjal, kehadiran langsung perwakilan dari Qatar, Turki, AS, Hamas, dan Israel menandai momentum penting bagi diplomasi di kawasan. Dunia kini menanti, apakah rencana Trump dapat menjadi dasar lahirnya kesepakatan bersejarah untuk menghentikan perang Gaza yang sudah merenggut puluhan ribu nyawa.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















