
BOGORTODAY.COM – Semangat kebangkitan prestasi bulutangkis Kota Bogor terus menyala. Sebanyak 454 atlet muda dari 20 klub ambil bagian dalam Kejuaraan Kota (Kejurkot) Bulutangkis PBSI Kota Bogor 2025, yang berlangsung mulai 13 hingga 17 Oktober mendatang.
Ajang tahunan ini tidak sekadar menjadi kompetisi internal, tetapi juga wadah strategis untuk melahirkan bibit unggul yang akan memperkuat Kota Bogor di berbagai kejuaraan, mulai dari tingkat provinsi hingga nasional.
Ketua PBSI Kota Bogor, Muzzakir, mengatakan Kejurkot tahun ini mempertandingkan 362 nomor pertandingan dari berbagai kategori usia, mulai pradini hingga taruna (8–18 tahun).
“Tahun ini kami melibatkan 20 klub di Kota Bogor. Klub dengan raihan medali terbanyak akan mendapat Piala Bergilir Dedirahim, yang baru pertama kali kami adakan tahun ini,” jelasnya.
Selain piala bergilir, para juara juga akan memperoleh uang pembinaan, medali, dan sertifikat. Atlet terbaik dari ajang ini akan dipersiapkan untuk mewakili Kota Bogor di Kejurprov, Porda, dan Porprov Jawa Barat.
“Atlet-atlet juara Kejurkot akan menjadi wakil Kota Bogor di level provinsi. Pembinaan dan pendampingan akan terus dilakukan,” tegas Muzzakir.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Bogor, Anas Rasmana, menilai langkah PBSI sebagai bukti keseriusan dalam menyiapkan regenerasi atlet pasca-Porda Jawa Barat.
“PBSI bergerak cepat. Setelah Porda selesai, langsung fokus pada regenerasi. Prestasi Kota Bogor juga meningkat raihan emas naik dari 22 menjadi 24, dan perak dari 22 menjadi 28. Ini luar biasa,” ujarnya.
Anas juga memberi motivasi kepada para atlet muda untuk terus bersemangat menekuni dunia olahraga.
“Kalau pelajar bisa jadi atlet berprestasi dan punya masa depan cerah, kenapa tidak? Sekarang atlet bisa punya penghasilan besar. Juara Porprov bisa dapat Rp100 juta, bahkan juara PON bisa sampai Rp1 miliar,” ujarnya memberi semangat.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Bogor, Dedy Sumarna, menilai Kejurkot Bulutangkis 2025 sebagai langkah strategis menuju Porprov 2026 yang akan digelar pada November 2026 mendatang.
“Ini langkah positif dari PBSI Kota Bogor. Kejuaraan berjenjang seperti ini penting untuk membangun prestasi di masa depan. Kami menargetkan tiga medali emas dari cabang bulutangkis di Porprov nanti,” katanya.
Menurut Dedy, jumlah peserta tahun ini meningkat 30 persen dibanding dua tahun lalu, menandakan meningkatnya minat dan potensi atlet bulutangkis di Kota Bogor.
“Kekalahan di Porda 2022 menjadi cambuk. Kini saatnya PBSI bangkit dan membuktikan prestasi di Porprov 2026. Kita semua punya semangat yang sama,” pungkasnya.
Bagi HalamanWartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














