Waspadai Efek Samping: Ini Akibat Jika Terlalu Banyak Minum Matcha

Matcha
Ilustrasi Matcha. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Belakangan ini, matcha menjadi tren di dunia kuliner. Tak sulit menemukan menu berbasis matcha di berbagai kafe, mulai dari latte, es krim, hingga kue.

Rasanya yang lembut dan aromanya yang khas membuat banyak orang jatuh cinta pada minuman asal Jepang ini.

Namun, di balik manfaatnya, konsumsi matcha yang berlebihan ternyata bisa menimbulkan efek samping bagi tubuh.

Apa Itu Matcha dan Mengapa Disebut Sehat?

Mengutip WebMD, matcha dibuat dari daun teh hijau Camellia sinensis yang digiling sangat halus. Daun ini ditanam dalam kondisi teduh agar menghasilkan kadar klorofil dan asam amino yang tinggi — inilah yang membuat matcha memiliki warna hijau cerah yang khas.

BACA JUGA :  Waspada Bahaya Tawon dan Cara Ampuh Mengusirnya dari Rumah

Seperti teh hijau biasa, matcha mengandung katekin, sejenis antioksidan kuat yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Karena itu, matcha sering dianggap sebagai salah satu minuman sehat yang bisa meningkatkan energi dan fokus.

Namun, meskipun menyehatkan, konsumsi matcha tidak boleh berlebihan. Kandungan kafein dan senyawa aktif lain di dalamnya bisa menimbulkan efek samping jika diminum terlalu banyak.

  1. Gangguan Pencernaan

Konsumsi matcha berlebihan dapat memicu kembung, gas, atau refluks asam, terutama bila diminum saat perut kosong.

Menurut Only My Health, kandungan kafein dan tanin dalam matcha dapat mengiritasi lambung dan mempercepat gerakan usus, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman di perut.

BACA JUGA :  Mengapa Kepala Bisa Tiba-Tiba Sakit Saat Makan Es Krim? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bagi sebagian orang, efek stimulasi dari kafein juga bisa memicu mual dan gelisah, terutama jika belum terbiasa mengonsumsinya.

  1. Risiko Anemia

Matcha dalam jumlah besar dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan. Senyawa epigallocatechin gallate (EGCG) yang terkandung di dalamnya bisa mengikat zat besi dan mengurangi penyerapannya di usus.

Bagi orang yang rentan kekurangan zat besi, seperti ibu hamil atau penderita anemia, kondisi ini bisa memperburuk gejala.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================