
Jika perut kosong, Anda bisa sulit tidur atau sering terbangun di malam hari.
Kekurangan tidur yang berkepanjangan akan menurunkan daya tahan tubuh, memengaruhi suasana hati, dan memperlambat metabolisme.
- Menimbulkan Kecemasan dan Stres
Beberapa orang justru mengalami peningkatan hormon stres (kortisol) saat sering tidak makan malam.
Jika kemudian mengonsumsi makanan cepat saji sebagai kompensasi, kadar kortisol bisa meningkat lebih tinggi.
Hal ini berisiko menyebabkan gangguan kecemasan dan suasana hati tidak stabil.
- Kehilangan Massa Otot
Ketika tubuh kekurangan energi, ia akan memecah jaringan otot untuk dijadikan sumber bahan bakar.
Kehilangan massa otot membuat metabolisme melambat, sehingga tubuh semakin sulit membakar kalori — bahkan saat beristirahat.
Alih-alih menurunkan berat badan, kondisi ini justru dapat membuat tubuh mudah gemuk kembali.
- Gangguan Pencernaan
Tidak makan malam juga bisa menyebabkan masalah pencernaan seperti sembelit atau asam lambung naik.
Tanpa makanan, gerakan usus melambat, sementara tidur dengan perut kosong bisa memicu sensasi panas atau nyeri ulu hati (refluks).
Jadi, Apakah Tidak Makan Malam Bisa Bikin Langsing?
Melewatkan makan malam bukanlah cara yang sehat untuk menurunkan berat badan.
Menurut Everyday Health, kebiasaan ini bahkan bisa menjadi faktor risiko kenaikan berat badan, karena tubuh cenderung “balas dendam” dengan makan lebih banyak di waktu lain.
Cara terbaik adalah mengatur pola makan seimbang:
- Konsumsi kalori lebih banyak di pagi dan siang hari.
- Pilih menu makan malam yang ringan, rendah kalori, dan tinggi protein.
- Hindari makan terlalu larut malam agar sistem pencernaan punya waktu istirahat yang cukup.
Dengan pola makan dan waktu makan yang tepat, Anda bisa menurunkan berat badan secara sehat tanpa harus melewatkan makan malam.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















