AKHLAK MULIA SOLUSI UNTUK GURU YANG MENAMPAR MURID YANG MEROKOK DI SEKOLAH

Sementara larangan merokok terdapat pada  Permendikbud Nomor 64 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Sekolah, khususnya di pasal 5 ayat 1 berbunyi: “Kepala sekolah, guru, peserta didik, dan pihak lain dilarang merokok di lingkungan sekolah.” Lalu dalam pasal 5 ayat 2 dalam Permendikbud Nomor 64 Tahun 2015 memberikan kewenangan bagi kepala sekolah memberi sanksi kepada guru, murid, atau tenaga kependidikan yang merokok di lingkungan sekolah.

Solusi yang mudah untuk masalah ini adalah akhlak mulia. Apa itu akhlak? akhlak adalah respon kita terhadap peristiwa yang kita alami. Jadi akhlak itu ada dua, yaitu  akhlak mulia (terpuji) dan akhlak buruk (tercela). Contoh Akhlak mulia  adalah perilaku baik seperti sabar, jujur, dermawan, amanah, dan lain-lain.  Sedangkan contoh akhlak  buruk adalah perilaku buruk seperti pemarah, bohong, kikir, khianat dan lain-lain.

BACA JUGA :  Belanda Juara Grup F Piala Dunia 2026, Jepang dan Swedia Ikut Melaju ke Babak 32 Besar

Nah jika Kepala SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten punya akhlak mulia, pastilah tidak akan menampar muridnya yang ketahuan merokok di sekolah. Tapi Kasek ini akan sabar dan menasehati dengan baik serta penuh bijaksana terhadap muridnya ini.

Kalaupun harus memberi sanksi, yang memang diperbolehkan sesuai dengan Permendikbud Nomor 64 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Sekolah, tepatnya pasal 5 ayat 1 terhadap muridnya yang melanggar ini, akan memberi hukuman yang bersifat mendidik dan bukan hukuman fisik.

BACA JUGA :  Kesempatan Emas untuk Guru Indonesia, Program Pertukaran Pendidikan ke Jepang Dibuka Tahun 2026

Penulis pernah mengalami kejadian seperti ini, sewaktu penuis menjadi murid SMA. Saat acara study tour ke Bali, penulis ketangkap basah merokok oleh salah satu guruku yang  terkenal killer di dalam bus.

Dalam pikiran penulis mampuslah aku, tapi masyaAllah ternyata beliau hanya bilang,”Heru kali ini bapak ampuni, kamu kalau merokok jangan terlalu demonstratif ya,”ujarnya. Itulah pentingnya peran akhlak mulia bagi seorang guru, kapan guru harus tegas, dan kapan guru harus bijaksana. Jayalah Indonesiaku.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================