
“Kalau kena, bisa menularkan ke anak-anak lain di sekitarnya. Kalau anak-anak yang tidak diimunisasi berkumpul di satu tempat, kekebalan kelompok tidak terbentuk. Itu sebabnya daerah tersebut berisiko mengalami wabah atau KLB,” jelasnya.
Keraguan Orang Tua Jadi Kendala
Kemenkes mengakui bahwa tingginya angka anak zero-dose juga dipengaruhi oleh keraguan masyarakat terhadap imunisasi. Meski edukasi terus dilakukan, sebagian orang tua masih termakan informasi keliru soal vaksin.
Berdasarkan survei UNICEF-Nielsen 2023, sekitar 12 persen orang tua mengaku takut akan efek samping imunisasi. Faktor lain yang memengaruhi antara lain:
- Ketakutan anak disuntik lebih dari sekali
- Jadwal imunisasi yang tidak sesuai
- Biaya transportasi dan akses ke fasilitas kesehatan
- Keyakinan bahwa imunisasi tidak bermanfaat
“Ada keraguan di masyarakat, atau vaccine hesitancy. Di satu sisi mereka tahu imunisasi penting, tapi di sisi lain masih banyak yang menyebarkan informasi menyesatkan. Kita perlu bersama-sama mengubah keraguan itu menjadi kepastian,” tegas Prima.
Lima Provinsi dengan Angka Zero-Dose Tertinggi 2025
Kemenkes juga merilis lima provinsi dengan jumlah anak yang belum pernah diimunisasi sama sekali, yakni:
- Jawa Tengah – 158.941 kasus
- Jawa Timur – 79.973 kasus
- Sumatera Utara – 66.886 kasus
- Jawa Barat – 55.936 kasus
- Lampung – 41.169 kasus
Kemenkes berharap pemerintah daerah dan tenaga kesehatan dapat meningkatkan upaya imunisasi dasar di seluruh wilayah, agar Indonesia bisa keluar dari daftar enam besar negara dengan angka zero-dose tertinggi di dunia.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















