BOGORTODAY.COM – Menindaklanjuti kasus 12 siswa yang keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Jonggol dan Megamendung, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mengambil langkah cepat dengan lima strategi antisipatif.
Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, menjelaskan bahwa pihaknya langsung meningkatkan pengawasan di setiap tahap rantai penyiapan makanan untuk mencegah potensi keracunan.
“Langkah pertama, kami mengawasi ketat seluruh proses pengolahan makanan. Kedua, kami menggelar pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi relawan MBG, yang mencakup higiene dan sanitasi pangan, agar semua pihak memahami cara menyiapkan makanan yang aman,” ujar Fusia, Jumat (17/10/2025).
Selanjutnya, Dinkes juga menerapkan sistem pelaporan cepat di setiap sekolah untuk mendeteksi dan menindaklanjuti keluhan terkait makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.
“Langkah keempat, kami melakukan inspeksi kesehatan lingkungan dapur MBG secara rutin untuk memastikan standar kebersihan terpenuhi. Kelima, kami menjalin kerja sama lintas sektor untuk memastikan keamanan pangan dan mencegah keracunan,” tambahnya.
Fusia mengimbau masyarakat, khususnya penerima manfaat MBG, agar selalu memeriksa kondisi makanan sebelum dikonsumsi. Pastikan makanan tidak busuk, tidak berbau, dan layak dikonsumsi sebagai bentuk pencegahan potensi keracunan.
“Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran bersama, kita dapat mencegah kejadian keracunan makanan dan menjaga kesehatan masyarakat,” pungkasnya.
Bagi HalamanEditor : Aditya Nugraha
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















