Prabowo Tegaskan Komitmen Potong Rantai Kemiskinan: “Kita Harus Lihat Orang-Orang yang Tak Terlihat”

Prabowo
Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

BOGORTODAY.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan tekad pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan di Indonesia.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Senin (20/10/2025), Prabowo menyoroti pentingnya perhatian khusus bagi masyarakat miskin yang disebutnya sebagai the invisible people atau “orang-orang yang tak terlihat”.

Menurut Prabowo, banyak kelompok elit dan kelas menengah ke atas yang tidak benar-benar memahami kesulitan yang dialami masyarakat bawah.

Padahal, kelompok ini merupakan bagian penting dari bangsa yang paling membutuhkan perhatian dan keberpihakan negara.

“Kita harus berani memotong rantai kemiskinan. Kita tidak boleh menyerah kepada keadaan. Orang yang paling bawah ini sering tidak dilihat. Kelompok elit tidak pernah melihat apalagi merasakan kesulitan mereka. Mereka bisa digolongkan the invisible people,” ujar Prabowo.

Minta Menteri Lebih Peka terhadap Rakyat Kecil

BACA JUGA :  Warga Malasari Sumringah, Puncak HJB ke-544 Dongkrak Perekonomian

Prabowo menekankan agar para menteri di Kabinet Merah Putih memiliki empati dan kepekaan terhadap penderitaan rakyat kecil.

Ia meminta setiap pemimpin mampu memahami kondisi nyata masyarakat miskin agar kebijakan yang dirancang benar-benar menyentuh kebutuhan mereka.

“Kalau kita tidak lihat penderitaan mereka, bukan berarti mereka tidak menderita. Justru karena kita tidak melihat, kita tidak bisa merasakan. Apakah usaha kita sudah cukup? Pasti belum. Tapi minimal kita harus berusaha,” tegas Prabowo.

Presiden juga mengingatkan pentingnya tindakan nyata, sekecil apa pun, untuk meringankan beban masyarakat.

“Kalau tidak bisa bantu banyak orang, bantu sedikit orang. Kalau satu orang pun tidak bisa kita bantu, jangan malah kita persulit orang itu,” katanya.

Sekolah Rakyat Jadi Program Unggulan

BACA JUGA :  Kemnaker Catat 23.470 Pekerja Terkena PHK hingga Mei 2026, Lebih Rendah dari Tahun Lalu

Salah satu langkah konkret yang tengah dijalankan pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan adalah pembangunan sekolah rakyat.

Program ini bertujuan memberikan kesempatan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin.

Prabowo menjelaskan, pemerintah akan membangun 500 sekolah rakyat unggulan yang mencakup jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK, dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa di tiap sekolah.

“Saya percaya berdirinya 500 sekolah ini akan membantu 500.000 keluarga miskin di Indonesia. Konsep sekolah rakyat ini dirancang untuk menjadi jembatan keluar dari kemiskinan,” ujar Prabowo optimistis.

Dengan pendekatan tersebut, Prabowo berharap pemerataan pendidikan dan peningkatan kesejahteraan rakyat dapat berjalan beriringan, sekaligus menjadi langkah nyata pemerintah dalam memotong rantai kemiskinan dan mengangkat harkat masyarakat kecil agar tidak lagi menjadi “yang tak terlihat”.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================