Kebiasaan Sepele yang Bisa Berujung Fatal: Risiko Berat Bagi yang Sering Tak Sarapan

Sarapan
Ilustrasi Sarapan. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Selama bertahun-tahun, sarapan dikenal sebagai waktu makan paling penting dalam sehari. Namun, karena kesibukan dan gaya hidup modern yang serba cepat, banyak orang kini memilih untuk melewatkannya.

Padahal, menurut penelitian terbaru yang dikutip dari Times of India, kebiasaan ini bisa berdampak jauh lebih serius dari sekadar lapar di pagi hari — terutama bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah (arteri).

Bagaimana Melewatkan Sarapan Mempengaruhi Arteri

Arteri berfungsi mengangkut darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Namun, seiring waktu, arteri dapat menyempit akibat penumpukan plak (aterosklerosis). Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu serangan jantung dan stroke.

BACA JUGA :  Resep Bubur Kacang Hijau, Menu Sarapan Hangat dan Bergizi

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering melewatkan sarapan cenderung memiliki kadar kolesterol jahat (LDL) lebih tinggi, tekanan darah meningkat, serta resistensi insulin yang lebih besar. Ketiga faktor tersebut mempercepat terbentuknya plak di arteri.

Selain itu, saat tubuh kekurangan asupan nutrisi di pagi hari, hormon stres kortisol akan meningkat.

Lonjakan hormon ini menimbulkan peradangan — salah satu penyebab utama pengerasan pembuluh darah.

Efek Jangka Panjang dan Bukti Ilmiah

Studi Progression of Early Subclinical Atherosclerosis menemukan bahwa kebiasaan sarapan berkaitan erat dengan kesehatan arteri. Peneliti membagi peserta menjadi tiga kelompok:

  • Sarapan berenergi tinggi (>20% dari total kalori harian): 27% peserta
  • Sarapan rendah energi (5–20%): 70% peserta
  • Tidak sarapan (<5%): 3% peserta
BACA JUGA :  Tragedi Camping di Temanggung Jadi Pengingat Pentingnya Keselamatan Penggunaan Kompor Portabel

Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang sering melewatkan sarapan memiliki risiko aterosklerosis paling tinggi.

Temuan serupa dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology, yang menyebutkan bahwa orang dewasa yang tidak sarapan memiliki kemungkinan 87% lebih tinggi meninggal akibat penyakit kardiovaskular dibandingkan mereka yang rutin sarapan.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================