
Sementara studi di Spanyol juga menemukan, orang yang melewatkan sarapan cenderung memiliki dinding arteri karotis lebih tebal, salah satu indikator awal terbentuknya plak penyumbat.
Peran Ritme Tubuh dan Metabolisme
Para ahli menilai, hubungan ini bukan hanya tentang apa yang dimakan, tetapi juga kapan seseorang makan. Tubuh memiliki ritme sirkadian yang mengatur metabolisme dan kadar gula darah.
Melewatkan sarapan dapat mengganggu ritme alami tersebut, membuat tubuh berada dalam kondisi stres metabolik yang memicu penyimpanan lemak dan peradangan — dua faktor berbahaya bagi kesehatan arteri.
Cara Menjaga Kesehatan Arteri
Sarapan yang sehat berperan penting dalam menjaga metabolisme dan energi tubuh sepanjang hari. Para ahli gizi merekomendasikan menu kaya serat, antioksidan, dan lemak sehat, seperti:
- Oat atau sereal gandum utuh
- Kacang-kacangan dan biji-bijian
- Buah segar seperti pisang, apel, atau beri
Asupan ini membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan melindungi dinding pembuluh darah.
Selain itu, cukupi kebutuhan cairan agar tubuh terhidrasi dan racun terbuang dengan optimal.
Sebaliknya, hindari makanan sarapan yang mengandung gula tambahan, lemak jenuh, dan lemak trans seperti donat, sosis olahan, atau minuman manis. Makanan jenis ini justru memicu lonjakan gula darah dan peradangan dalam tubuh.
Melewatkan sarapan mungkin tampak sepele, tetapi efeknya bisa merambat ke kesehatan jantung dan arteri dalam jangka panjang. Menyediakan waktu untuk makan pagi dengan pilihan makanan bergizi bukan hanya soal energi, tapi juga investasi penting untuk kesehatan kardiovaskular.
Sarapan sehat di pagi hari, jantung pun lebih kuat sepanjang hari.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














