Hampir 2 Tahun, Sebagian Rumah Bencana di Sukamulih Sukajaya Masih Gelap Gulita

BOGORTODAY.COM – Sebagian unit rumah relokasi bagi korban bencana di Desa Sukamulih, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, hingga kini masih belum dialiri listrik dan gelap gulita pada malam hari. Kondisi tersebut terjadi di dua titik relokasi yakni Blok Lebak Laban dan Blok Maniis.

Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Sukamulih, Dery Romdhoni, menjelaskan bahwa dari total 413 unit rumah relokasi, masih terdapat puluhan rumah yang belum mendapat pasokan listrik dari PLN.

“Di Lebak Laban ada 28 unit rumah yang belum dialiri listrik. Sementara yang sudah terpasang KWh baru sekitar 215 unit,” kata Dery saat dihubungi Bogortoday, Selasa (21/10/2025).

BACA JUGA :  Dugaan Korupsi Program MBG: Pengadaan Motor Listrik Bernilai Triliunan Rupiah Jadi Sorotan

Ia mengungkapkan keterlambatan penyelesaian jaringan listrik ini sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, instalasi trafo baru datang setelah kurang lebih dua tahun sejak proses relokasi berjalan.

“Nah, kemarin saat PHO (Provisional Hand Over) dari dinas baru dipasang trafo karena sudah lama sekitar dua tahun baru datang,” katanya.

Menurut Dery, pihaknya juga sudah beberapa kali mempertanyakan alasan keterlambatan penyambungan listrik kepada pihak PLN. Namun jawaban yang diterima selalu berubah-ubah dan tidak ada kejelasan pasti.

“Penyebabnya saya juga tidak tahu, karena saya tanya ke PLN katanya belum ada kabel, lalu ditanya lagi belum ada trafo. Padahal soal pembayaran sudah selesai dari awal,” tegasnya.

BACA JUGA :  Bogor Kota, Sudahkah Tertata?

Dery mengungkapkan, saat ini trafo sudah terpasang di bagian blok atas dan mulai dilakukan pemasangan kabel ke sejumlah rumah. Namun proses penyambungan belum rampung seluruhnya sehingga sebagian warga masih hidup dalam kondisi gelap pada malam hari.

“Sekarang sudah ada trafo dan pemasangan kabel juga baru kemarin dipasang. Saya juga sedikit kesal karena terlalu lama,” pungkasnya.

Bagi Halaman

Editor : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================