Saluran Air Mandek, Relokasi Hunian Bencana di Blok Sukamulih Sukajaya Rawan Longsor

Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Sukamulih, Dery Romdhoni, menjelaskan bahwa rawannya kawasan Huntap bukan disebabkan oleh kualitas tanah, namun karena saluran penahan air dan infrastruktur pendukung lainnya belum dibangun sejak awal. (foto: Ilham -Bogortoday)

BOGORTODAY.COM – Hunian Tetap (Huntap) untuk relokasi korban bencana di Blok Maniis, Desa Sukamulih, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Rawan longsor karena belum dilengkapi Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) secara menyeluruh.

Pantauan Bogortoday di lapangan, sejumlah titik tebing di sekitar permukiman tampak mengalami longsor dan nyaris menggerus satu unit rumah warga. Kondisi itu membuat penghuni Huntap merasa khawatir setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

BACA JUGA :  Semarakkan HJB ke-544, Perumda PPJ Gelar Bazar Ekonomi Kerakyatan Sepekan Penuh di Blok F Trade Center

Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Sukamulih, Dery Romdhoni, menjelaskan bahwa rawannya kawasan Huntap bukan disebabkan oleh kualitas tanah, namun karena saluran penahan air dan infrastruktur pendukung lainnya belum dibangun sejak awal.

“Sesuai kajian awal, lokasinya sebenarnya aman. Tapi PSU-nya terbengkalai dua tahun. Kami sudah mengajukan sejak 2023, tapi tidak ada anggaran di DPKPP. Baru tahun 2025 ini ada jawaban,” ucap Dery saat dihubungi Bogortoday, Selasa (21/10/2025).

BACA JUGA :  Soal Penanganan Banjir Lintasan di Kota Bogor, Dedie Rachim: Ada Pembagian Kewenangan Pusat dan Provinsi
Titik tebing di sekitar permukiman tampak mengalami longsor dan nyaris menggerus satu unit rumah warga. (foto: Ilham -Bogortoday)

Dery menjelaskan, air hujan dari area yang lebih tinggi mengalir deras menuju lokasi Huntap karena tidak adanya saluran air. Hal itu menyebabkan kontur tanah tergerus hingga memicu longsoran sedalam sekitar 2 hingga 3 meter.

Editor : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================