
BOGORTODAY.COM – Hunian Tetap (Huntap) untuk relokasi korban bencana di Blok Maniis, Desa Sukamulih, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Rawan longsor karena belum dilengkapi Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) secara menyeluruh.
Pantauan Bogortoday di lapangan, sejumlah titik tebing di sekitar permukiman tampak mengalami longsor dan nyaris menggerus satu unit rumah warga. Kondisi itu membuat penghuni Huntap merasa khawatir setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Sukamulih, Dery Romdhoni, menjelaskan bahwa rawannya kawasan Huntap bukan disebabkan oleh kualitas tanah, namun karena saluran penahan air dan infrastruktur pendukung lainnya belum dibangun sejak awal.
“Sesuai kajian awal, lokasinya sebenarnya aman. Tapi PSU-nya terbengkalai dua tahun. Kami sudah mengajukan sejak 2023, tapi tidak ada anggaran di DPKPP. Baru tahun 2025 ini ada jawaban,” ucap Dery saat dihubungi Bogortoday, Selasa (21/10/2025).

Dery menjelaskan, air hujan dari area yang lebih tinggi mengalir deras menuju lokasi Huntap karena tidak adanya saluran air. Hal itu menyebabkan kontur tanah tergerus hingga memicu longsoran sedalam sekitar 2 hingga 3 meter.
“Tanahnya bukan tanah urugan, tapi tanah padat. Hanya saja karena belum ada saluran, air turun semua ke titik itu. Akibatnya tanah tergerus,” ucapnya.
Saat ini, pihaknya kembali mengajukan pembangunan perkuatan tebing di titik rawan tersebut. Rencana intervensi yang disiapkan adalah pemasangan bronjong hingga ke bagian atas serta pengurugan ulang area yang tergerus.
“Rencananya minggu-minggu ini mulai dibangun. Itu sudah dibahas di dinas. Kami juga koordinasi dengan konsultan untuk jadi prioritas,” katanya.
Meski secara keseluruhan kondisi rumah warga masih aman, kawasan yang terdampak berada tepat di tepi tebing sehingga penguatan struktur menjadi kebutuhan mendesak.
Dery menyebutkan bahwa sebagian saluran air kini mulai dibangun sehingga genangan air sudah dapat dikurangi. Namun satu titik yang rawan longsor masih menunggu realisasi pembangunan.
“Sekarang insyaallah akan diteruskan bronjong ke atas untuk menyelamatkan unit yang rawan tergerus. Setelah itu dilakukan pengurugan agar kembali padat seperti semula,” tandasnya.
Bagi HalamanEditor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















