
Puncaknya terjadi setelah peringatan Maulid Nabi, ketika sekitar 30 warga mendatangi angkringan untuk menegur pemiliknya secara langsung.
“Tidak ada tindakan anarkis. Saya yang mengamankan anaknya. Pak Kadus dan keluarga Rangga juga menyaksikan. Jadi laporan yang beredar terlalu dibesar-besarkan,” ujar Dede.
Dede menambahkan, warga tidak menolak keberadaan angkringan, tetapi berharap aktivitasnya tidak mengganggu ketenangan lingkungan. Para tokoh masyarakat Desa Mekarsari pun meminta agar peristiwa ini tidak diperkeruh pihak tertentu dan menekankan pentingnya menjaga ketertiban antarwarga. (CR4)
Editor : Bas
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














