
BOGORTODAY.COM – Sekretaris Desa Mekarsari, Dede Firdaus, menegaskan tidak pernah terjadi pemukulan terhadap anak salah satu anggota DPRD Kabupaten Bogor di wilayahnya. Pernyataan ini disampaikan menyusul beredarnya laporan dugaan kekerasan yang sempat memanas di masyarakat.
Menurut Dede, insiden yang terjadi di angkringan Warles, di dekat Hotel Mekarsari bukanlah aksi kekerasan, melainkan bentuk penyampaian keluhan warga terkait aktivitas angkringan yang dianggap mengganggu.
“Warga sudah berulang kali mengeluh karena musik diputar dengan volume tinggi sampai dini hari. Bahkan ada warga yang istrinya baru operasi merasa sangat terganggu. Sudah ditegur berkali-kali, tapi tidak diindahkan,” kata Dede, Kamis (23/10/2025).
Dede menjelaskan keresahan warga terhadap angkringan telah berlangsung lama. Pemerintah desa berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas untuk menindaklanjuti keluhan tersebut melalui jalur hukum. Polsek Cileungsi sempat melakukan razia sehingga musik berhenti sementara, namun suara bising kembali terdengar beberapa waktu kemudian.
Puncaknya terjadi setelah peringatan Maulid Nabi, ketika sekitar 30 warga mendatangi angkringan untuk menegur pemiliknya secara langsung.
“Tidak ada tindakan anarkis. Saya yang mengamankan anaknya. Pak Kadus dan keluarga Rangga juga menyaksikan. Jadi laporan yang beredar terlalu dibesar-besarkan,” ujar Dede.
Dede menambahkan, warga tidak menolak keberadaan angkringan, tetapi berharap aktivitasnya tidak mengganggu ketenangan lingkungan. Para tokoh masyarakat Desa Mekarsari pun meminta agar peristiwa ini tidak diperkeruh pihak tertentu dan menekankan pentingnya menjaga ketertiban antarwarga. (CR4)
Bagi HalamanEditor : Bas
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















