
Beberapa gejala di kaki yang sering muncul pertama kali antara lain:
- Nyeri atau kram di betis, paha, atau bokong saat berjalan, namun mereda saat beristirahat. Kondisi ini disebut klaudikasio intermiten.
- Kaki terasa dingin, mati rasa, atau tampak kebiruan, terutama jika dibandingkan dengan kaki lainnya.
- Luka atau bisul yang sulit sembuh, kulit tampak menipis, atau bulu kaki rontok.
- Denyut nadi lemah atau tidak terasa di kaki atau pergelangan kaki.
- Pembengkakan pada tungkai bawah atau pergelangan kaki, terutama bila disertai faktor risiko seperti merokok, diabetes, atau tekanan darah tinggi.
Menurut National Institutes of Health (NIH), penyakit arteri perifer sering kali tidak terdiagnosis dengan baik. Padahal, risikonya terhadap serangan jantung sebanding dengan mereka yang sudah pernah mengalami serangan jantung sebelumnya.
Risiko Serangan Jantung Tersembunyi
Penelitian juga menemukan bahwa penderita penyakit arteri perifer berisiko mengalami dua jenis serangan jantung:
- Serangan jantung klasik, akibat penyumbatan arteri koroner.
- Serangan jantung tipe 2, yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen pada jantung.
Kedua kondisi ini bisa berakibat fatal bila tidak segera terdeteksi dan ditangani.
Langkah yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Gejala
Jika Anda merasakan gejala-gejala di kaki yang tidak biasa, terutama nyeri atau perubahan warna, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:
- Jangan abaikan nyeri kaki yang terus-menerus, perubahan warna, atau luka yang lama sembuh.
- Periksa ankle-brachial index (ABI), tes sederhana untuk membandingkan tekanan darah di pergelangan kaki dan lengan guna menilai kesehatan arteri kaki.
- Kendalikan faktor risiko utama, seperti berhenti merokok, rutin berolahraga, dan menjaga pola makan seimbang kaya biji-bijian utuh, sayuran, dan buah-buahan.
- Kontrol tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah, terutama jika Anda memiliki diabetes atau hipertensi.
- Diskusikan dengan dokter mengenai terapi obat, seperti statin atau antiplatelet, untuk membantu mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular.
Kaki bisa menjadi “jendela” yang menunjukkan kondisi kesehatan jantung Anda. Gejala seperti nyeri, kram, mati rasa, atau luka yang sulit sembuh sebaiknya tidak dianggap remeh.
Mengenali tanda-tanda awal penyakit arteri perifer dan melakukan pemeriksaan medis sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi serius, termasuk serangan jantung.
Menjaga gaya hidup sehat dan rutin memeriksakan diri ke dokter tetap menjadi kunci utama untuk melindungi kesehatan jantung dan pembuluh darah Anda.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















