
BOGORTODAY.COM – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Senin (27/10/2025) dini hari.
Erupsi kali ini disertai luncuran lava pijar yang mengarah ke sektor tenggara dari puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
“Gunung Semeru mengeluarkan guguran dengan jarak luncur mencapai 2.000 meter ke arah tenggara,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, Senin (27/10/2025).
Menurut laporan petugas, jarak luncur lava pijar masih berada dalam radius aman dari pemukiman terdekat.
Jarak pemukiman warga diketahui berada di luar radius 8 kilometer dari puncak kawah, sehingga aktivitas erupsi sejauh ini belum menimbulkan dampak langsung terhadap penduduk sekitar.
Meski demikian, petugas tetap mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 8 kilometer dari puncak kawah Jonggring Saloko dan menghindari area aliran lahar yang berhulu langsung dari Gunung Semeru.
“Kami mengimbau warga agar tidak beraktivitas sejauh 8 kilometer dari puncak, serta tetap waspada terhadap potensi awan panas guguran dan banjir lahar,” kata Sigit.
Selain potensi guguran lava pijar, petugas juga memperingatkan adanya kemungkinan terbentuknya aliran lahar panas atau dingin jika terjadi hujan di sekitar puncak. Masyarakat di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Semeru diminta untuk tetap siaga terhadap ancaman tersebut.
Gunung Semeru hingga kini berstatus Level III atau Siaga, dengan aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif. Petugas pengawasan gunung berapi terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan keselamatan warga di kawasan rawan bencana.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















