
Metode ini cepat, praktis, dan cocok untuk sup, bubur, atau makanan bertekstur lembut seperti mashed potato.
Namun, kontak langsung dengan air membuat nutrisi lebih mudah hilang. Mengutip Times of India, sayuran yang direbus cenderung kehilangan:
- Sebagian vitamin larut air
- Beberapa mineral penting
Dampaknya, rasa sayuran menjadi lebih hambar, teksturnya cenderung lembek, dan warnanya tidak secerah hasil kukusan.
Meski demikian, merebus tetap cocok untuk melunakkan makanan berpati seperti kentang dan ubi. Untuk mengurangi kehilangan gizi:
- Rebus sayuran dalam air mendidih
- Jangan merebus terlalu lama
- Gunakan air rebusan sebagai kaldu agar nutrisi tidak terbuang
Mana yang Lebih Sehat?
Dari sudut pandang nutrisi, mengukus lebih unggul dibanding merebus. Melansir Health, penelitian menunjukkan:
- Sayuran yang dikukus memiliki kadar vitamin C, beta-karoten, dan flavonoid lebih tinggi.
- Kehilangan vitamin C saat mengukus selama 5 menit hanya 8,6–14,3%.
- Pada sayuran yang direbus, kehilangan vitamin C bisa mencapai 40,4–54,6%.
Selain itu, mengukus lebih baik dalam menjaga senyawa bermanfaat untuk pencernaan, terutama pada sayuran cruciferous seperti:
- Brokoli
- Kembang kol
- Kubis
Sementara metode merebus dapat mengurangi sebagian senyawa tersebut karena larut ke dalam air.
Jika tujuan Anda adalah menjaga nutrisi semaksimal mungkin, mengukus adalah pilihan paling sehat.
Metode ini mempertahankan lebih banyak vitamin, menjaga tekstur dan rasa makanan, serta tidak memerlukan minyak tambahan.
Meski merebus tetap bermanfaat dan cocok untuk bahan tertentu, mengukus unggul dari sisi gizi dan kualitas makanan.
Ingin dibuatkan versi lebih pendek, lebih formal, atau versi carousel Instagram?
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















