Bakteri Laut yang Bisa “Memakan” Plastik: Harapan Baru di Tengah Krisis Sampah Global

Namun, bagaimana enzim serupa dapat berevolusi secara alami di lautan luas masih menjadi misteri—hingga penelitian KAUST memberikan petunjuk kuat melalui identifikasi motif M5.

Tim peneliti KAUST menggabungkan pemodelan struktur berbasis AI, skrining genetik skala besar, dan eksperimen laboratorium untuk mengungkap fenomena ini. Mereka memeriksa lebih dari 400 sampel air laut dari tujuh samudra.

Hasilnya mengejutkan:

  • Sekitar 80% perairan dunia mengandung bakteri yang membawa motif M5,
  • Motif ini ditemukan dari lapisan permukaan hingga kedalaman 2.000 meter,
  • Gen PETase tampak aktif terutama di wilayah laut yang banyak tercemar plastik.

“Di lingkungan seperti itu, kemampuan memanfaatkan karbon sintetis menjadi keuntungan evolusioner penting,” kata Intikhab Alam, peneliti bioinformatika senior KAUST.

BACA JUGA :  Resep Asam Padeh Tongkol Khas Padang, Kuah Asam Pedas yang Menggugah Selera

Dengan kata lain, bakteri ini secara alami menyesuaikan diri untuk bertahan hidup di dunia yang sudah dipenuhi sampah plastik buatan manusia.

Meski temuan ini luar biasa, para ilmuwan menegaskan bahwa kemampuan alami mikroba tersebut tidak cukup cepat untuk mengurai polusi plastik dalam skala besar.

“Saat plastik mencapai laut dalam, risiko bagi kehidupan laut dan manusia sudah terjadi,” ujar Duarte.

Ini berarti upaya pengurangan sampah plastik dan peningkatan sistem pengelolaan sampah tetap menjadi kunci utama.

Di sisi lain, bakteri pemakan plastik alami ini bisa menjadi sumber inspirasi penting untuk pengembangan teknologi daur ulang di masa depan. Enzim PETase yang berevolusi di lautan dapat menjadi cetakan alami untuk merancang versi enzim buatan yang lebih kuat dan efisien di pabrik daur ulang.

BACA JUGA :  Pubertas Dini pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Kapan Harus Waspada

“Motif M5 memberi kita cetak biru penting untuk memahami perubahan struktural enzim dalam kondisi dunia nyata,” jelas Duarte.

Jika teknologi ini berhasil dimanfaatkan, bukan tidak mungkin mikroba laut akan menjadi “sekutu tak terduga” dalam perjuangan global melawan krisis plastik.

Penemuan bakteri laut yang dapat memecah plastik PET membuka perspektif baru bahwa alam sedang berevolusi mengikuti perubahan yang dilakukan manusia. Meskipun tidak dapat menjadi solusi instan, bakteri ini memberikan harapan bagi inovasi masa depan dan menegaskan urgensi mengurangi produksi serta pembuangan plastik demi menjaga kelestarian laut.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================