
Hal ini membuat pencernaan bekerja ekstra keras, sehingga tubuh dapat terasa lesu karena energi banyak digunakan untuk mencerna makanan tersebut.
- Gula
Mencampurkan telur dengan gula, misalnya pada adonan tertentu yang tidak dimasak sempurna, dapat menimbulkan reaksi kimia yang membentuk senyawa berpotensi toksik.
Kombinasi gula dan asam amino dari telur bahkan disebut dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah bila dikonsumsi berlebihan.
- Bacon
Menu sarapan telur dan bacon mungkin populer di berbagai negara, tetapi sebenarnya bukan kombinasi ideal.
Bacon tinggi lemak jenuh, sedangkan telur kaya protein. Ketika dimakan bersamaan, tubuh cepat terasa kenyang namun energi tidak bertahan lama, sehingga Anda lebih mudah lelah.
- Buah Kesemek
Menurut Times of India, kesemek mengandung tanin yang dapat bereaksi negatif dengan protein dalam telur.
Mengonsumsi kesemek setelah makan telur meningkatkan risiko gangguan pencernaan, termasuk mual, kembung, hingga gejala keracunan ringan.
Telur tetap menjadi sumber protein yang aman dan menyehatkan untuk dikonsumsi setiap hari.
Namun, agar nutrisinya terserap maksimal, penting untuk menghindari kombinasi makanan yang dapat mengganggu proses pencernaan atau menurunkan manfaat telur itu sendiri.
Memahami pasangan makanan yang tidak cocok dengan telur dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan dan memastikan tubuh menerima manfaat penuh dari setiap butir telur yang dikonsumsi.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















