7 Makanan yang Harus Dihindari Saat Konsumsi Telur agar Nutrisi Tetap Optimal

Telur
Ilustrasi Telur. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Telur merupakan salah satu sumber protein hewani terbaik yang mudah diolah dan kaya nutrisi. Di dalamnya terdapat vitamin A, D, E, B12, serta mineral penting seperti fosfor dan selenium.

Menurut Healthline, satu butir telur rebus berukuran besar mengandung sekitar 6 gram protein berkualitas tinggi dan 78 kalori, cukup untuk mendukung energi harian serta perbaikan sel tubuh.

Meski menyehatkan, telur tidak selalu cocok dikombinasikan dengan semua jenis makanan.

Beberapa makanan justru dapat menghambat penyerapan nutrisi dari telur, bahkan menimbulkan gangguan pencernaan bila dikonsumsi bersamaan.

Agar manfaat telur dapat diserap tubuh secara optimal, berikut makanan yang sebaiknya dihindari saat konsumsi telur:

  1. Susu Kedelai

Meskipun keduanya sama-sama sumber protein, mengonsumsi susu kedelai bersamaan dengan telur dapat menghambat penyerapan protein.

Protein nabati dari kedelai dan protein hewani dari telur dapat ‘bersaing’ saat dicerna sehingga tubuh tidak mendapatkan manfaat maksimal dari keduanya.

  1. Teh

Banyak orang minum teh setelah sarapan dengan menu telur. Namun, penelitian yang dikutip NDTV menunjukkan bahwa teh dapat menurunkan penyerapan protein dari telur hingga 17 persen.

BACA JUGA :  PB Porprov Kota Bogor Matangkan SOP Pembagian Tugas Tiap Bidang

Teh juga mengandung tanin yang dapat menyebabkan sembelit, perut kembung, dan meningkatkan keasaman lambung.

  1. Pisang

Baik telur maupun pisang termasuk makanan bergizi. Namun, mengonsumsinya bersamaan dapat membuat pencernaan bekerja lebih berat.

Kombinasi ini dapat memperlambat proses pencernaan dan memicu rasa begah, terutama pada orang dengan pencernaan sensitif.

  1. Daging

Menyantap daging bersamaan dengan telur menyebabkan tubuh menerima dua sumber protein dan lemak dalam jumlah tinggi.

Hal ini membuat pencernaan bekerja ekstra keras, sehingga tubuh dapat terasa lesu karena energi banyak digunakan untuk mencerna makanan tersebut.

  1. Gula

Mencampurkan telur dengan gula, misalnya pada adonan tertentu yang tidak dimasak sempurna, dapat menimbulkan reaksi kimia yang membentuk senyawa berpotensi toksik.

Kombinasi gula dan asam amino dari telur bahkan disebut dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah bila dikonsumsi berlebihan.

  1. Bacon
BACA JUGA :  Disdik Kabupaten Bogor Siapkan Beasiswa untuk 17.000 Siswa Kurang Mampu

Menu sarapan telur dan bacon mungkin populer di berbagai negara, tetapi sebenarnya bukan kombinasi ideal.

Bacon tinggi lemak jenuh, sedangkan telur kaya protein. Ketika dimakan bersamaan, tubuh cepat terasa kenyang namun energi tidak bertahan lama, sehingga Anda lebih mudah lelah.

  1. Buah Kesemek

Menurut Times of India, kesemek mengandung tanin yang dapat bereaksi negatif dengan protein dalam telur.

Mengonsumsi kesemek setelah makan telur meningkatkan risiko gangguan pencernaan, termasuk mual, kembung, hingga gejala keracunan ringan.

Telur tetap menjadi sumber protein yang aman dan menyehatkan untuk dikonsumsi setiap hari.

Namun, agar nutrisinya terserap maksimal, penting untuk menghindari kombinasi makanan yang dapat mengganggu proses pencernaan atau menurunkan manfaat telur itu sendiri.

Memahami pasangan makanan yang tidak cocok dengan telur dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan dan memastikan tubuh menerima manfaat penuh dari setiap butir telur yang dikonsumsi.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================