
BOGORTODAY.COM – Kawasan seluas ratusan hektare di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang sempat menjadi sumber konflik agraria pascareformasi 1998, kini bertransformasi menjadi destinasi ekowisata berkelanjutan.
Kehadiran EIGER Adventure Land di lahan negara yang sebelumnya dikuasai secara ilegal itu tidak hanya menyelesaikan sengketa lahan, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi ratusan warga lokal.
Camat Megamendung Ridwan mengatakan, sejak ia menjabat pada 2023, tidak ada lagi laporan sengketa tanah di wilayahnya.
“Ini dampak positif dari masuknya investasi,” katanya, Selasa pekan lalu.
Ridwan, yang juga putra daerah, mengingat masa pasca-Reformasi 1998 ketika penyerobotan lahan negara marak terjadi. Saat itu, lahan rusak akibat penggundulan kebun teh dan hutan yang dikuasai PT Perkebunan Nusantara I Regional II. Sengketa lahan pun bermunculan meski tanah tersebut milik negara.
Kini, EIGER Adventure Land membawa empat manfaat utama: pengembalian tanah negara yang diserobot, reboisasi kawasan gundul, kontribusi investor kepada negara, dan penyerapan tenaga kerja lokal.
“Yang paling penting, mereka peduli terhadap lingkungan hidup. Sungai Cisukabirus di wilayah ini tidak pernah banjir meski ada pembangunan,” ujar Ridwan.
Tanam 100.000 Pohon
Sejak tahap pembangunan pada 2021, EIGER Adventure Land telah menanam lebih dari 100.000 pohon dan perdu, serta lebih dari 8 juta tanaman semak dan penutup tanah di kawasan PTPN. Untuk mengendalikan air limpasan, dibangun 5 kolam retensi dan 205 sumur resapan.
Atang (70), warga Sukagalih, Megamendung, yang sejak 2019 bekerja sebagai gardener di kawasan itu menyaksikan perubahan lahan tandus menjadi hijau kembali.
Editor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















