
“Saya diajari cara menanam dan merawat tanaman yang cocok di sini. Pohon yang saya tanam tiga tahun lalu sekarang sudah besar,” tuturnya.
Hingga kini, EIGER Adventure Land telah melibatkan lebih dari 500 tenaga kerja, termasuk sekitar 300 warga lokal. Saat beroperasi penuh, diproyeksikan akan menyerap lebih dari 1.200 orang.
Sejalan Visi Ekonomi Hijau
Dosen Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB University Siti Amanah menilai EIGER Adventure Land sebagai contoh nyata kolaborasi multipihak. Model kolaborasi berbasis kepercayaan dan tanggung jawab bersama ini menyatukan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media, dan masyarakat.
“Sarana transformasi sosial, ekonomi, dan ekologis yang mampu bermetamorfosis dari kawasan penuh konflik menjadi ruang pembelajaran, konservasi, dan kesejahteraan bersama,” kata Siti Amanah, yang juga Ketua Forum Rural Advisory Services for Southeast Asia (RASSEA).
Langkah ini sejalan dengan visi Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq yang mendorong ekonomi hijau dan biru dengan mengoptimalkan sumber daya alam secara berkelanjutan.
“Untuk mewujudkan visi pemerintahan ini, salah satu misi utama adalah mendorong ekonomi hijau dan biru dengan mengoptimalkan sumber daya alam secara berkelanjutan,” ujar Hanif Faisol.
Transformasi di Megamendung ini menjadi jawaban atas temuan 411 lubang penambangan emas tanpa izin (PETI) di Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang tersebar di tujuh lokasi konservasi.
Temuan tersebut menjadi peringatan penting mengenai urgensi pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, bukan melalui pendekatan ekstraktif yang hanya meninggalkan kerusakan.*
Editor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















