
Kepala Desa Tarikolot, Wawan Kurniawan, menegaskan bahwa program ini mendorong partisipasi warga dan mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
“Ini menjadi sarana edukasi sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan desa dalam membangun lingkungan yang sehat, bersih, dan lestari,” bebernya.
Lalu, Ketua KRL Bersemi, Abdul Hamid, menambahkan bahwa desanya telah mengelola sampah organik menjadi pupuk, MOL, dan eco-enzim, sementara sampah non-organik diubah menjadi kerajinan kreatif. Kelompok Wanita Tani (KWT) memanfaatkan lahan hijau terbatas untuk kegiatan produktif warga.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














